Tebar benih kala gurun tandus terjerat
Kini tumbuh tuduhi kerang bayangi pasir seonggok
Kita pengecut - pesimis terima hal cekam asa
Terlalu cangap maka bibir pedih
Jadilah hujan
Turun untuk hal bisu, tapi butuh
Biarlah kabut lewat caci resah yang dibuat
Sekarang kita ulat
Besok kita kupu-kupu
Bangkaweh, 07 Maret 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Lakon
PoetrySetiap apa yang terjadi di sekitar kita mampu menyentil hati. Bukankah begitu? ada yang dengan satu sentilan saja, ia sudah mampu menyentil hati. Namun, ada yang dengan beberapa sentilan kemudian iya baru bisa menyentil hati. Semua butuh proses. La...
