Buritanku lepas kendali
Ombak berdentum menghempas
Nahkoda mencari puas
Dimana? Angin yang luruskan haluan
Kapan? Dermaga nampak pucuknya
Siapa? Kini buritanku terombang ambing
Sajak – sajak, tangan keriput pandang waktu
Nenek moyang dulu tancap tongkat disini
Anyam kisah sampai di telinga
Kita terlalu merangkul pundak orang lain
Parabek, 20 Maret 2017
KAMU SEDANG MEMBACA
Lakon
PoetrySetiap apa yang terjadi di sekitar kita mampu menyentil hati. Bukankah begitu? ada yang dengan satu sentilan saja, ia sudah mampu menyentil hati. Namun, ada yang dengan beberapa sentilan kemudian iya baru bisa menyentil hati. Semua butuh proses. La...
