"Mas kita cuma nonton konser, kenapa bawa koper banyak-banyak?" Jeongin memasukkan kopernya ke bagasi mobil. Walaupun ia tak tahu tujuan Hyunjin menyuruhnya membawa banyak setelan pakaian, ia tetap menuruti permintaan kekasihnya.
"Siapa yang bilang begitu?"
"Mas kanㅡ"
"Ndak, kita nginep di rumah Mas, sama Ibuk sama Bapaknya Mas"
Segala aktivitas Jeongin berhenti, napasnya juga sempat berhenti karena terlalu kaget.
"Ndak suka, to?" Hyunjin menatap Jeongin yang terbengong. Jeongin membalas tatapannya.
"K-kalau kita nggak direstuㅡ"
"Ck halah, itu urusan belakangan. Mas mau kenalkan kamu ke mereka. Siapa si yang ndak jatuh hati sama kamu?"
Hyunjin berbenah bagasi lagi, Jeongin tiba-tiba berteriak.
"Ndak usah mikir aneh-aneh, Ibuk sama Bapak baik orangnya. Kalau Mas dimarahi sampai diusir, Mas tanggung sendiri. Anggap saja itu resiko jatuh cinta sama kamu, karena Mas berani jatuh cinta, Mas harus tanggung resikonya" Hyunjin berhenti sejenak sambil menatap Jeongin yang matanya berkaca-kaca.
"M-mas kan hampir skripsian"
"Memang ndak bisa skripsian sambil mencintai dan jaga kamu? Mas ndak cupu" Hyunjin masih menata barang-barangnya.
Jeongin memeluk erat pinggang Hyunjin, tak ingin kekasihnya kenapa-kenapa.
"Mas"
"Dalem?"
"Danu harap kita bisa terus begini"
Hyunjin tersenyum dan memeluk erat kekasih kecilnya itu.
"Pelukan terus begini?"
"Bukan! Kita bisa bahagia sama-sama, sampai nanti menikah dan punya anak banyak-banyak!"
"Mau memangnya menikah sama Mas?"
Jeongin mengangguk kencang.
"Mau bikin anak banyak?"
"Mas!"
Mulailah percakapan acak diantara mereka, meneduhkan di setiap aksaranya yang sederhana. Rasa takut yang dirasa entah hilang kemana.
Mereka bahagia
Sekarang,
KAMU SEDANG MEMBACA
Celengan Rindu || Hyunjeong
Short StoryKonten manisan milik Zidan dan Danu. Walau kadang ada semut nyempil sih. Bagi mereka, jarak itu bukan apa-apa. Yang penting saling percaya dan tidak curiga. sequel of Teach me
