14.energi

1.9K 357 17
                                        

Hyunjin dan Jeongin sedang belajar kimia di depan TV. Jeongin yang tadinya duduk di lantai tengah sibuk berkutat dengan soal-soal dari Hyunjin itu, kini mengangkat wajahnya menatap Hyunjin dengan mata sayu.

Bibir bawahnya menekuk menyembunyikan bibir atasnya, lalu melengkung kebawah tanda bahwa ia sedih. Mata dan alisnya juga turut berkompromi, ia kelelahan.

"Mas Danu capek!" Keluhnya.

"Istirahat dulu Nu, jangan dipaksa, ya?" Ucap Hyunjin yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Sedari tadi ia menunggu Jeongin selesai mengerjakan soal darinya, tapi nyatanya tak kunjung selesai.

"Mau nge-charge" Jeongin lesu.

"Loh kamu main hp ya Nu?" Hyunjin meletakkan ponselnya lalu menatap Jeongin serius.

"Mas sudah bilang to jangan main hp kalau lagi belajar, percuma! Niatmu nanti bisa belok ke main hp dan malah ndak ngerjain soal dari Masㅡ"

Jeongin tidak mendengarkan dan malah bangkit.

"Mas lagi ngomong sama kamu, mau kemana?" Tanya Hyunjin ketus.

Jeongin berhenti di depan Hyunjin dan menarik tangan Hyunjin, membukanya agar tidak menutupi dada Hyunjin lagi. Ia mendorong bahu Hyunjin membuat pria itu bersandar ke sofa.

"Galak banget sih! Orang Danu mau nge-charge energi Danu!" Ucapnya, lalu ia menjatuhkan tubuhnya ke milik Hyunjin. Memeluknya erat, sambil terus mencari titik ternyaman.

Hyunjin tersenyum paham, ia mengelus kepala Jeongin sayang.

"Sebentar ya, tunggu sampai energinya seratus persen"

"Iya sayang" Hyunjin yang gemas itu lalu mengecup puncak kepala Jeongin berkali-kali.

Tak lama, kekasih mungilnya itu tertidur pulas di pelukkannya.

Celengan Rindu || HyunjeongCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang