Konten manisan milik Zidan dan Danu. Walau kadang ada semut nyempil sih. Bagi mereka, jarak itu bukan apa-apa. Yang penting saling percaya dan tidak curiga.
sequel of Teach me
Dua hari Hyunjin tidak membalas pesan dan mengangkat panggilan darinya. Jeongin khawatir ada apa-apa dengan pria itu. Setelah berpikir semalaman, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah kekasihnya. Padahal minggu depan ia akan menghadapi PAS.
Tok tok tok
"Sebentar!" Setahu Jeongin, Hyunjin tinggal sendirian di kosnya. Tapi, kenapa ada suara wanita?
Pintu di buka, benar saja, wanita dengan kuncir dua dan wajah menggemaskan muncul di balik pintu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Manis sekali, sampai Jeongin sempat berpikir kalau orientasi menjadi normal gara-gara wanita ini.
"Siapa ya?" Tanyanya
Jeongin membuang jauh jauh pikiran tentang orientasi seksualnya. Nada bicara wanita ini seakan-akan tidak menginginkan keberadaan Jeongin.
"MasㅡKak Zidannya ada?"
"Mas Akbar ada, tapi lagi sibuk. Ada sesuatu yang harus gue kerjain sama dia, penting, privasi!" Jelasnya ketus.
mas Akbar? Sedekat itukah gadis ini dengan Hyunjin sampai pria itu mengizinkan gadis itu memanggil dirinya Mas dan nama tengahnya? Apa itu panggilan sayang? Ah tolong siapapun bersihkan pikiran Jeongin dari hal-hal buruk seperti ini.
Tapi, bukankah hanya Jeongin yang memanggil Hyunjin 'Mas'? Itupun atas perintah Hyunjin. Apa ia menyuruh gadis ini juga? Hati Jeongin mencelos, ia terima kenyataan yang menurutnya pahit ini.
"Oh gitu, titip salam ya dari Danu. Makasih, gue pulang dulu!" Ia bergegas pergi. Sebenarnya, ia tak ingin berpikiran buruk tentang ini, namun kata 'privasi' yang dilontarkan gadis tadi terbilang ambigu dan malah membuat Jeongin berpikir negatif. Ditambah lagi panggilannya ke Hyunjin.
Ia menghela napas kasar.
"Mas Zidan kenapa harus ganteng sih! Kan banyak yang nempel!" Omelnya sambil menendang batu di jalanan.