Hyunjin mengetuk pintu rumah Jeongin, yang muncul bukan bocah yang ia rindukan tetapi Bunda cantiknya yang menatapnya dengan mata sayu.
"Danu sakit"
Setelah itu ia berakhir disini. Menempelkan bye bye fever ke kening Jeongin yang masih fokus menatap dirinya. Tiba-tiba saja Jeongin sesegukan, ia menangis. Bibir bawahnya menekuk, hidungnya memerah, dan matanya berkaca-kaca.
"Kenapa nangis?" Tanya Hyunjin menghapus air mata Jeongin.
"Maafin Danu gara-gara Danu sakit kita nggak jadi jalan-jalan"
"Ngomong apa to kamu? Mas justru seneng, soalnya Mas jadi latihan rawat kamu kalau nanti kamu sakit."
"Maksud Mas?"
"Nanti kan Mas jadi teman hidupmu, harus bisa rawat kamu to" Hyunjin tertawa jahil.
"Mas Zidaaan aku serius" rengeknya.
"Mas juga serius, Nu"
Jeongin tersenyum, lalu terdiam beberapa saat.
"Maaf ya, maafin Danu" Jeongin masih dengan rasa bersalahnya.
Chu
Hyunjin mengecup bibir Jeongin sekilas.
"Dimaafin."
"BUNDAA MAS ZIDAN JELEEEK!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Celengan Rindu || Hyunjeong
Cerita PendekKonten manisan milik Zidan dan Danu. Walau kadang ada semut nyempil sih. Bagi mereka, jarak itu bukan apa-apa. Yang penting saling percaya dan tidak curiga. sequel of Teach me
