Ada konten dewasa, kalian yang belum legal tapi mau baca, silakan ditanggung sendiri.
Selamat membaca Zidanu ngewewe
Sudah pukul sebelas malam, Hyunjin tidak bisa tidur karena tunangannya itu belum pulang. Jaemin dan Jeno mengajak bocah itu untuk berjalan-jalan, padahal mereka juga baru saja jalan-jalan keliling Desa Panglipuran dan Puja Mandala.
"Nggak apa-apa, cuma jalan-jalan di dekat sini." Kata Jeongin menenangkan.
Hyunjin bodoh itu mengiyakan saja, ia lupa jika penginapan mereka berada di tengah-tengah bar dan club. Setelah sadar, barulah Hyunjin menelepon nomor Jeongin berkali-kali.
Namun nihil, tidak ada jawaban. Ia telepon Jeno,
"JEN KOWE NING NDI TO?!" Teriak Hyunjin di dekat ponselnya.
"Heh cindil, kaget aku cok. Iki to aku meh bali". Suara Jeno terdengar berbeda.
Duapuluh menit kemudian, pintu kamarnya dibuka. Jeongin dengan rambutnya yang acak-acakan tersenyum lebar di sana.
"Mas Zidan aku minum arak!" Ucapnya sembari berlari menerjang Hyunjin yang terbaring di ranjang.
Jeongin duduk di atas kekasihnya, menatapnya dengan cengiran khas bocah yang kesenangan.
Hyunjin menatap tajam kekasihnya. "Siapa yang izinin kamu, hm?"
"Kak Jeno ajak aku, cuma dua gelas kecil... kepalaku pusing" keluhnya. Dua gelas untuk ukuran arak bali yang kadar alkoholnya terbilang tinggi itu akan sangat berefek pada Jeongin.
"Kamu kuat?" Pertanyaan bodoh Hyunjin, jelas-jelas Jeonginmu matanya sayu, berbicara tidak jelas, lebih sering menjilat bibir bawah, dan... tanpa malu bersikap lebih manja, jauh lebih manja.
"Mas gerah..." Ia mengeluh lagi. Hyunjin menatap penunjuk angka yang ada di pendingin ruangan, sudah berada di angka tertinggi.
"Sudah paling pol, mandi sana!"
"Nggak mau" Jeongin menggeleng ribut sambil memajukan bibirnya. "Ya sudah tidur sini!" Jeongin lebih suka perintah kedua, ia menubrukkan badannya di atas Hyunjin. Hyunjin balas dekapan Jeongin sambil menghidu aroma arak yang kuat dari leher bocahnya.
"Mas nggak mau hukum aku?" Tanya Jeongin ngelantur.
"Hukum?"
"Iya, aku 'kan udah nakal." Jeongin menunduk memankan tangannya yang ia taruh diatas dada Hyunjin
Jeongin mulai bercerita di tengah-tengah mabuknya, berceloteh tidak nyambung, Hyunjin tetap dengarkan sembari menyisir halus rambut bocah itu. Gemas.
Ting ting ting
Ia mengambil ponselnya
Jeno kampret
Zidan
Gawat
Danu salah minum
Salah minum opo to?
Aku taruh obat perangsang di arak yang harusnya diminum Nana.
Gelasnya ketuker.
Nana daritadi ngomel-ngomel bukannya sange.
Guyonanmu gak lucu.
Aku gak guyon lho su
Iku Danu kasihan kalau nggak dilayanin
Jeno kampret
Kurang ajar kowe jen
Halah sedelok meneh yo nikah
Asem aku gagal ngenthu
Wes kono ngenthu karo Danu
Heh anakkan wedhos!
Hehh jancok!
KAMU SEDANG MEMBACA
Celengan Rindu || Hyunjeong
Krótkie OpowiadaniaKonten manisan milik Zidan dan Danu. Walau kadang ada semut nyempil sih. Bagi mereka, jarak itu bukan apa-apa. Yang penting saling percaya dan tidak curiga. sequel of Teach me
