Seungyoun menatap Yohan dalam diam, Yohan sedang sibuk makan dan meminta waktu lima menit untuk menghabiskan menu yang dia pesan.
Tadi pagi memang sudah makan tapi ini sudah memasuki jam 2 siang dan seharusnya ia pulang.
Jennie tadi sudah mengirimi nya pesan kalau ia menunggu di warung kopi depan komplek kampusnya bersama Jungkook.
Karena kelas Jennie sudah selesai setengah jam yang lalu, Yohan meminta Jennie untuk menunggu sebentar karena kelas Yohan selesai jam 2 dan benar saja kelas selesai jam 2 tanpa terlambat.
Tapi Seungyoun minta bertemu.
Yohan tahu sudah tiga hari ini Jennie selalu berangkat dan pulang kampus bersama nya, mengabaikan pesan Seungyoun dan Jaewon yang memenuhi room chat ponselnya.
Kemarin Jennie sengaja meninggalkan ponselnya dirumah lalu pulang menggunakan angkutan umum hanya demi kenyamanan dirinya.
Ia mulai merasa tidak nyaman dengan segala pesan yang di kirimkan Jaewon padanya.
"Oke gini bang." Yohan yang sudah meminum air putihnya menatap Seungyoun yang masih berusaha menghubungi Jennie.
Ia tidak tahu permasalahan nya tapi Jennie seperti menghindari nya, semua pesan dan telepon masuk diabaikan semua.
Bagaimana Seungyoun tidak pusing ?
"Mantan nya Kak Jennie dateng lagi, ngehubungin kak Jennie terus makanya dia ga ngerespon telpon lu." Jelas Yohan membuat Seungyoun mengerjap matanya
Ya dimana-mana memang hubungan tidak pernah ada yang setenang air pasti ada saja gangguannya.
"Terus ? Kenapa harus gua yang di cuekin ?"
"Dia cuekin semuanya, cuma gua bunda sama ayah yang ga di cuekin sama dia." Jelas Yohan membuat Seungyoun menarik nafasnya panjang.
"Dulu pas masih sekolah mereka pacaran terus tanpa alasan yang jelas mantan pacarnya kak Jennie pergi, tanpa alasan ya bang, bahkan secara garis besar mereka belum putus karena gada yang bilang putus saat itu." Tubuh Seungyoun menegang pelan membuat Yohan mengatupkan kedua bibirnya.
"Kak Jennie lagi berusaha buat mempersiapkan dirinya dia mau cerita sama lu bang, dia gamau lu mundur cuma karena ada embel-embel mereka belum putus, dia pengen bertahan sama lu." Seungyoun menarik nafasnya panjang membuat Yohan terdiam.
Seharusnya yang punya wewenang bicara seperti ini hanya Jennie tapi melihat Seungyoun yang uring-uringan begini Yohan mana tega sih.
Apalagi Yohan udah setuju jika Jennie dengan Seungyoun.
"Terus gua harus gimana Han ??" Tanya Seungyoun meremat rambutnya pusing.
Seungyoun sedang rindu sekali pada Jennie, ia ingin bertemu, melihat wajahnya saja kalau memang Jennie sedang tidak ingin di ganggu.
"Gua lagi nyusun skripsi, butuh banget dia buat semangat tapi kenapa begini sih." Tanya Seungyoun sambil menelungkup kan kepalanya di meja kantin.
"Ato ga sekarang lu yang jemput dia." Ucap Yohan sambil sibuk dengan ponselnya.
"Nanti dia kabur pas liat gua." Yohan terkekeh pelan melihat Seungyoun yang mencebik kesal bibirnya.
"Ya engga lah, masa kabur liat pacar sendiri." Seungyoun menarik nafasnya panjang.
Yaa siapa tahu kan, karena Jennie sedang tidak ingin bertemu Seungyoun pasti kaget juga kalau tiba-tiba Seungyoun muncul.
Padahal sedang menunggu Yohan tapi yang muncul Seungyoun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kim Sibling's (END)
FanfictionYohan si adik kecil Jennie #Fakesgram #Daily #Bahasa campur-campur. #AU Indonesia Starterd : 17102019 End : 05032020 Update suka-suka :)
