Selamat Ulang Tahun Sayang

920 104 11
                                        

"Kak ?" Yohan muncul dari kamarnya dan langsung nyelonong masuk kedalam kamar Jennie membuat Jennie mendelik kaget.

Ia baru selesai mandi dan hampir membuka baju handuknya kalau saja Yohan tidak tiba-tiba masuk.

"Adek kebiasaan ! Ketok pintu dulu." Yohan terkekeh pelan dan kembali keluar melihat Jennie yang masih memakai baju handuknya dan rambut di Gelung handuk karena basah.

Ia habis keramas, mencoba sampo baru yang di belikan bundanya.

"Maap kak, Yohan tungguin di depan."

"Mau apa sih ?" Teriak Jennie tidak terima dan mengunci pintu kamarnya.

Ia ada kuliah pagi dan Seungyoun sudah jalan menuju rumahnya untuk menjemput.

"Penting banget kak, kalo udah pake baju, Yohan bantuin ngeringin rambut ya kak." Didalam kamar Jennie mendecak pelan.

Jika seperti ini pasti Yohan ingin meminta bantuan padanya, bantuan yang hanya bisa Jennie lakukan atau berikan.

Terdengar kunci pintu kamar terbuka membuat Yohan langsung nyelonong masuk dan mendapati Jennie sudah duduk di meja rias dengan handuk di kepala.

"Kakak, kemarin kakak ultah di kasih kado apa sama bang Seungyoun ?" Tanya Yohan sambil mendekatkan dirinya dan mengambil alih handuk yang berada di kepala Jennie.

"Sian ulang tahun ya ?" Tebak Jennie tepat sasaran membuat Yohan mengangguk pelan dengan wajah ingin menangis.

Semalam ia lupa memberikan ucapan ulang tahun tepat di jam 12, bahkan pagi ini setelah bangun pun, saat Sian menghubungi akan berangkat kampus ia tidak mengucapkan apapun.

"Aku lupa kak, kalo Sian ulang tahun." Jennie melirik Yohan membuat Yohan mendelik kaget.

Menyedihkan sekali sih jadi Sian, sudah Yohan tidak romantis, lupa pula dengan ulang tahun pacar sendiri.

"Jangan-jangan kamu lupa lagi, jadian tanggal berapa ?" Yohan meringis membenarkan ucapan Jennie membuat Jennie mendecak pelan.

"Kasian banget sih Sian nya." Gumam Jennie membuat Yohan memukul Jennie pelan.

"Kesan nya sedih banget sih kak."

"Kamu cuek banget sih jadi cowo dek, kenapa sih ?" Yohan memanyunkan bibirnya menatap Jennie yang menatap galak Yohan.

"Muka jangan jutek-jutek apa kak."

"Kemaren Seungyoun bikin kue buat Kakak, kamu tau sendiri kan ? Dia dateng malem-malem sama temen kuliahnya kesini." Yohan hampir menangis mengingat-ingat bagaimana reportnya Seungyoun demi ulang tahun Jennie.

"Jadi ?"

"Ya kamu pilih sendiri, sibuk ngurus dirumah apa kamu mau ngasih surprise di kampusnya Sian ?" Yohan mengerjap matanya menatap pantulan Jennie di kaca di hadapannya.

"Kue nya ? Kadonya ?"

"Kamu aturlah." Ucap Jennie membuat Yohan memeluk Jennie dari belakang.

"Bantuin Yohan ya kak ? Di kampusnya Sian aja tapi mau minta bang Seungyoun bikinin kuenya biar spesial."

"Seungyoun suruh pacaran aja sana sama Sian."

"Ya engga bang Seungyoun doang kak, Yohan juga, kakak bantuin tanyain Sian mau hadiah apa gitu ? Biar nanti Yohan minta anterin sama Hangyul belinya." Jelas Yohan masih sibuk dengan rambut basah Jennie.

"Nanti kamu yang bilang yaa sama Seungyoun." Yohan hanya bisa menggaruk kepalanya pelan.

Dia menyedihkan sekali sih.

Kim Sibling's (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang