Kegelisahan Yohan

1.1K 135 15
                                        

Kuputuskan untuk melanjutkan cerita ini apa pun yang terjadi, mau vote nya dikit atau komen nya dikit, karena aku harus mengakhiri apa yang sudah aku mulai dengan happy ending atau sad ending

.

.

.

Happy reading

.

.

Yohan memijat keningnya pelan ia baru saja menyelesaikan ujian hari pertamanya dan kini ia sedang duduk santai di perpustakaan.

Ia meninggalkan semua teman-temannya dan langsung meluncur ke perpustakaan yang seharusnya bisa ia gunakan untuk jalan pulang kerumahnya karena ujian hari pertama telah di laksanakan.

“Kepalaku mau pecah rasanya.” Ucap Yohan Sambil memandang sebuah pesan masuk yang Sian kirimkan sejak pagi tadi.

Pesan to the point yang menyimpan banyak pertanyaan yang muncul di kepala Yohan.

Getaran pada ponsel nya membuat Yohan langsung menggeser dan reflek meringis mendengar suara kakaknya.

‘kamu kenapa Han ? Mau cerita sama kakak ?’ tanya Jennie di seberang sana membuat Yohan menarik nafasnya panjang sekali.

“ketemu dirumah aja ya ka.”

'kakak masih di kampus dek, kalo mau cerita ya gapapa disini kalo mau dirumah ya gapapa juga.’ Jelas Jennie membuat Yohan menatap kaget saat Sian yang duduk di hadapannya.

“Dirumah aja ya ka.”

'ya udah dek, kakak matiin.’

PIP

Yohan menatap Sian yang tersenyum lembut membuat Yohan meringis lagi.

“Kamu takut ?” Sian menganggukan kepalanya ribut membuat Yohan menghela nafasnya pelan.

“Biasanya engga begini soalnya Han.” Rengek Sian membuat Yohan berpindah dari hadapan Sian menjadi sebelah Sian dan mengusap kepala Sian sayang.

“aku juga engga tau kenapa.” Ucap Yohan membuat Sian menoleh kearah Yohan dengan wajah ingin menangis.

Ia sudah telat datang bulan hampir satu Minggu dan membuat dirinya sendiri uring-uringan lalu dengan banyak nyali ia memberi kabar pada Yohan.

Setidaknya Yohan harus tahu walaupun mereka tidak paham mereka kenapa.

“coba tanya kak Jennie.” Yohan menatap kekasihnya lekat lalu mendesah pelan.

Yohan yakin Sian tidak kenapa-napa tapi tetap saja jika ia meminta pendapat Jennie, ia akan di pukul secara brutal oleh kakak cantiknya itu.

Karena pikiran pasti negatif saja.

“Kok aku takut ya.” Sian menghentak kakinya kesal.

Jika Yohan saja takut apalagi dirinya padahal mereka tidak pernah melakukan apapun, Yohan benar-benar menjaga dirinya.

Menyentuh saja hanya konteks aman, telapak tangan, kepala lalu punggung selebihnya tidak.

Yohan benar-benar pria manis dan Sian menyukai itu, Yohan menjadi dirinya sendiri tanpa mengikuti orang lain.

“Oke baik, aku telpon ka Jennie ya.”

.

.

Jennie dan Seungyoun rela sekali datang ke sekolah yang sudah sepi sejak jam sebelas siang tadi.

Karena memang ujian hari pertama di laksanakan hari ini.

Kim Sibling's (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang