Malam Minggu

2K 219 18
                                        

“ayah sama bunda mau kemana ?” Tanya Jennie.

Jennie baru saja pulang dari kampus setelah perjuangan besar, karena teman-teman nya bertanya tentang Jongin.

Jennie tidak mengerti ada apa dengan pria itu, mereka memang teman tapi kesannya dia seperti mendapatkan harapan palsu.

Dan teman-temannya tidak rela jika sahabat tersayang mereka harus sakit hati pada makhluk bernama Jongin itu.

“Mau malam mingguan lah ka, emang kamu dirumah doang.” Jennie mendecak pelan mendengar jawaban dari sang ayah.

Ia berharap Yohan pulang tanpa Hangyul ataupun Sian, ia butuh teman cerita dan teman nempel manja kalau sudah begini.

Biasanya Yohan iya-iya saja saat Jennie sudah ndusel dengan suasana suram.

Ya kalau tahu akhirnya begini Jennie tidak berharap lebih pada seniornya itu.

“Ka, WiFi nya udah ayah perbaharui lagi tadi, udah sampai ke taman belakang kayanya.” Jennie menoleh kearah ayah dan bunda nya yang sudah siap siaga.

Dengan baju santai dan sepatu Kets.

“Ayah sama bunda beneran mau malam mingguan ?” Bunda mengangguk menjawab pertanyaan Jennie.

“adek tadi pagi bawa motor apa mobil ya ka ?” Jennie yang sudah bangkit dari posisinya kembali menoleh.

Sepertinya ia lebih baik di kamar menonton? Netflix dan tak lupa mengabari Yohan kalau saat pulang ia harus membawa makanan demi kelancaran malam minggunya.

“Yohan tidak pernah bawa mobil, yah.” Jawab sang bunda membuat Jennie ikut menganggukan kepalanya.

“Kamu berangkat masih pakai ojek online ka ?” Jennie kembali menganggukan kepalanya.

“tahu begitu mobil nya biar di bawa sama bang Donghan aja deh.” Jennie mencebik sebal.

Ia bukannya tidak mau membawa kendaraan tapi karena malas juga, terlebih parkiran kampusnya itu penuh tidak tanggung-tanggung.

Nanti kalau mobilnya lecet sedikit, ia juga yang di marahi ayah.

“bang Donghan sebentar lagi kerja yah, kasih jodoh aja biar cepet nikah.” Ucap Jennie di balas tatapan tidak paham dari ayah dan bunda nya.

“oia kamu jagain Adek ya ka, kayanya dia mau gelud sama teman kamu tuh yang nama nya Jongkim.” Jennie kembali mendecak lalu berjalan menjauhi ayah dan bundanya.

“aku malah mau siapin Popcorn mau liat siapa yang menang.”

“kakak engga boleh gitu ah.” Suasanya hati Jennie makin suram melihat sang bunda yang mendelik tidak suka.

Bunda tidak suka anak-anak kesayangannya pada gelud Cuma karena cinta, karena menurut bunda jika masih bisa di bicarakan kenapa tidak di bicarakan baik-baik.

Begitu juga saat Mino menyakiti Jennie dan berakhir, Mino mendapatkan Bogeman Mentah dari Jennie.

Yang di marahi siapa ??

Ya Jennie lah padahal yang salah Mino.

.

.

“Aku pul-.”

“Yohaaan !”

“Eh ?” Yohan mendelik mendapati Jennie sudah duduk di sofa ruang tamu dan laptop di tangannya.

Ia sedang sibuk menyambungkan laptop dengan televisi ruang tamu ke laptop membuat Yohan ikut duduk dan menatap sang kakak di depannya.

“Baru banget pulang udah di teriakin, kenapa sih kak ?” Jennie menoleh menatap Yohan dengan seragam taekwondo nya.

Kim Sibling's (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang