Yohan si Adik Kecil Jennie

874 111 4
                                        

"kakak ?" Jennie yang bersiap berangkat kampus menoleh kearah pintu kamarnya yang terbuka menampilkan Yohan dengan kaos dan celana pendeknya.

"Kenapa dek ?" Yohan masuk kamar lalu beringsut memeluk Jennie membuat Jennie melirik wajah Yohan yang berada dalam perpotongan lehernya.

"Kakak pulang jam berapa ?" Jennie menerawang sebentar lalu terkekeh pelan.

Ia ada rencana main dengan teman-temannya setelah itu akan sibuk mengurus skripsi karena judulnya sudah di tentukan.

Yaa menikmati waktu sebelum waktu di habiskan oleh tugas-tugas kampusnya.

"Kakak pulang sore kayanya, soalnya balik kampus jam duaan, kenapa ?" Jennie menoleh lagi menatap Yohan yang sedang memanyunkan bibirnya kecil membuat Jennie mencubit gemas pipi Yohan.

"Yohan mau main sama kakak." Jennie menarik nafasnya panjang mendengar suara lirihan Yohan.

Setelah pertemuan keluarga nya dan keluarga Seungyoun seminggu yang lalu, Jennie akui dirinya dan Seungyoun langsung sibuk, sibuk mengurus kuliah Seungyoun yang sudah selesai lalu dan membicarakan apapun membuat mereka lupa waktu.

Bahkan Jennie hampir mengabaikan Yohan dan Sian yang siap membantu mereka tapi mengingat kalau mereka juga sibuk jadi Jennie tidak mau membebani mereka.

Tapi nyatanya Jennie malah seperti mengabaikan mereka.

Bahkan Yohan terus-menerus merengek padanya dan ini adalah rengekan kedua dalam sepekan.

Yohan selalu mengatakan ingin main dengan Jennie.

"Kak, kakak jangan lupa kalo masih punya Yohan ya." Jennie mengerjap matanya lalu membalik tubuhnya menatap tubuh tinggi menjulang Yohan dengan senyuman.

Adiknya sudah besar sekarang tapi di mata Jennie Yohan tetap anak kecil yang selalu merengek.

"Kamu mau main kemana sama kakak ? Eum ?" Tanya Jennie sambil mengusap lembut pipi Yohan sayang membuat Yohan tersenyum lebar.

"Yohan jemput nanti pas pulang ya kak." Jennie tersenyum membuat senyuman Yohan makin lebar tapi matanya berkaca-kaca.

Yohan akui saatnya pasti datang, saat Jennie akan menikah dan tidak tinggal dirumahnya lagi dan mendadak membuat Yohan agak sedikit sesak.

Ia seperti belum siap akan itu.

Karena selama ini dia sudah berjanji untuk menjaga Jennie dari apapun bahkan saat Jennie sudah bersama Seungyoun, Yohan tetap maju paling pertama untuk menjaga kakaknya.

Membayangkan ia akan tinggal berdua bersama bunda itu rasanya sepi dan Jennie sudah sangat paten dijaga Seungyoun setelah mereka menikah.

"Kakak nikahnya gamau di undur aja gitu." Jennie mendongak cepat menatap Yohan yang menatapnya dengan tatapan sendu.

Jennie meringis pelan lalu menggenggam tangan Yohan erat.

"Dek, kamu tetep bisa ketemu kakak kok ? Kata mamah Seungyoun, kakak tinggal sama mereka dan ga ngebolehin Seungyoun tinggal di luar, kamu masih bisa main sama kakak." Jelas Jennie membuat Yohan menundukkan kepalanya dalam.

Selama hidupnya Jennie selalu ada dalam lingkar penglihatan, Yohan tidak bisa membayangkan jika Jennie tiba-tiba tidak ada dalam lingkar pandangan matanya ?

Mungkin Yohan hanya kaget karena saat pertemuan keluarga kemarin, Seungyoun datang bersama keluarga besarnya, bahkan dengan nenek Seo dan nenek Cho yang masih terlihat sangat sehat.

Seungyoun mengatakan Jennie akan tinggal dengannya.

Yohan kaget.

"Kakak gamau tinggal disini aja sama bunda sama Yohan ??" Jennie mengerjap matanya sambil tersenyum.

Kim Sibling's (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang