‘Han💕 Aku udah dirumah, udah mau tidur' Send a picture
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Anjirlah Yohan.” Sian yang baru saja mendudukkan pantatnya di kasur terjengkang kebelakang menatap sebuah foto yang Yohan kirimkan langsung padanya.
Sian langsung mendial nomor Yohan tidak perduli jika Yohan benar-benar sudah tidur.
“Kamu tidur ga pake baju ah ?” Cerocos Sian saat panggilan terangkat membuat Sian bisa mendengar suara decakan Yohan di seberang sana.
Sian menatap layar ponselnya dan memastikan jika panggilannya masih tersambung.
'pake kok' jawab Yohan seadanya membuat Sian mendecak lagi.
Ya ia ingat sekali Yohan jelas-jelas mengirimkan sebuah foto dengan ia posisi tiduran dan kedua pundak nya terlihat.
Apa namanya kalau tidak pakai baju ?
“Telanjang ?”
‘engga lah, pake baju kok bener deh.’ Jawab Yohan lagi membuat Sian terdiam.
“ntar masuk angin Han, udah mau masuk musim ujan juga, jangan aneh-aneh deh.” Kesal Sian tapi membuat Yohan terkekeh di seberang sana.
Sian menatap ponselnya kesal lalu mendengus pelan, ini ia sedang di tertawa kan oleh Yohan.
‘Iya sayang, yaudah tidur besok kamu kesininya naek Ojek Online gapapa kan ?’ Sian mengumam menjawab pertanyaan Yohan dan kembali teringat.
Mereka besok ada kencan bersama dengan Jennie dan Seungyoun.
Rencana siapa ? Jelas rencana Seungyoun katanya ia ingin traktir Yohan dan Sian, ya anggap saja pajak jadian kata Seungyoun.
“Ya gapapa, siang kan ya ? Jadi pagi nya aku masih bisa beres-beres rumah dulu Han.” Yohan mengumam kagum di seberang sana membuat Sian kembali menatap layar ponselnya.
Apa sih Yohan ini ?
‘uu calon istri yang baik.’ Sian mendecak dan Yohan tertawa lebar.
“Yaudah aku tutup ah, aku mau tidur nih ngantuk.” Ucap Sian dan Yohan menganggukan kepalanya semangat di sana walaupun Sian tidak bisa melihatnya.
'tidurnya pake baju ya yank.’
“Harusnya yang bilang kaya gitu tuh aku ya Han.” Yohan tertawa mendengar nada suara Sian yang kesal.
‘iya, love you'
“loveyouto, jangan lupa berdoa.”
‘iya sayang.’
PIP
Sian mematikan sambungan nya lalu mendengus pelan, ia selalu saja dibuat heran dengan kelakuan Yohan.