Cuaca hari ini Seoul benar-benar sangat panas. Mungkin sebentar lagi akan turun hujan karena cuacanya sangat tidak stabil.
Lucas masih berdiri didepan rumah milik keluarga Kim. Ia masih setia menunggu Ullya membatalkan perceraian. Ia tidak peduli dengan cuaca yang hari ini sangat terik. Walaupun ia sedikit pusing karena terkena matahari itu. Perutnya juga belum diisi. Jam sudah menunjukan pukul dua siang. Itu berarti jam makan siang sudah lewat dua jam lalu.
Ullya masih menatap Lucas dibalik jendela kamarnya. Ia sangat iba ketika melihat Lucas mengelap keringat didahinya. Ia tau kalau cuaca didepan tengah terik. Pasti ia sangat kepanasan. Ingin rasanya ia menghampirinya. Tetapi, ia dihalangi oleh appa nya.
"Appa kasihan Lucas... diluar cuacanya terik appa." Ucap Ullya
"Biarkan saja... itu semuakan keinginan dia. Lebih baik kalu urus saja anak mu. Dan kembalilah istirahat. Jangan sampai kau sakit." Ucap appa Ullya dingin
Ullya hanya bisa menghela nafasnya kasar.
Malam menjelang. Dan cuacanya sungguh berubah drastis. Sekarang hujan menerpa kota Seoul. Hujan deras ditemani dengan petir yang lumayan dasyat. Tetapi seorang lelaki masih tetap berdiri didepan rumahnya. Ia masih menatao kearah kamar sang istri. Ia tau Ullya pasti sangat khawatir padanya. Hatinya sangat yakin akan hal itu.
Appa Ullya juga sebenarnya dari tadi memperhatikan Lucas. Sebenarnya ada rasa iba dihatinya ketika melihat Lucas. Terlihat jelas bahwa Lucas benar-benar menyesali semua kesalahannya. Tetapi appa Ullya masih ragu akan hal itu. Sang istri yang memperhatikannya dari tadi pun tau. Ia pun menghampiri sang suami.
"Biarkan mereka kembali. Biarkan Ullya hidup bersama suaminya. Aku tau semua yang dilakukan salah. Sangat salah. Tetapi sangat terlihat jelas bahwa dia sangat menyesalinya. Bahkan kau liat sendiri. Dia berkorban agar pernikahannya tetap utuh. Suamiku aku tau kau iba padanya. Kasih kesempatan padanya. Aku yakin dia akan berubah." Ucap eomma Ullya. Mendengar itu, tentu membuat appa Ullya bimbang. Bagaimana pun dia masih ragu untuk memberikan kepercayaan lagi pada Lucas. Ia takut nantinya anaknya akan tersakiti lagi. Ia tidak mau sampai itu terjadi. Orang tua mana pun juga tidak akan mau melihat anaknya menderita.
Lucas masih berdiri disana. Ia masih setia menunggu semuanya. Ia rela berkorban demi pernikahan yang sudah ia jalin bersama Ullya. Walaupun ia telah melakukan kesalahan fatal. Ia harus berjuang.
Ia tidak peduli dengan rasa dingin yang menerpanya. Ia juga tidak peduli dengan rasa lapar yang ada didalam perutnya. Ia tidak peduli dengan tubuh yang sudah lemas ini.
Tiba-tiba saja seorang pasutri keluar dari mobil dengan menggunakan payung. Terlihat sang istri yang menangis melihat anaknya kedinginan karena hujan.
"Hiks Lucas sudah... kita harus pulang nak. Tubuhmu sudah menggigil." Ucap eomma Lucas. Tetapi Lucas tidak mendengarkan kata sang ibu.
"Lucas dengarkan ibu mu. Ayo pergi... kau sudah lemah Lucas." Ucap appa Lucas
"Tidak appa. Aku akan tetap disini. Aku tidak akan kembali kerumah. Kalau pun aku akan kembali kerumah, aku akan membawa istri dan anakku pulang. Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi nantinya dengan tubuhku. Percuma saja tubuhku sehat jika tidak memiliki kebahagian. Lebih baik aku mati dan pergi dari dunia ini. Dan aku tidak akan merasa istri dan anakku meninggalkan ku." Ucap Lucas dengan air mata dipipinya
Eomma Lucas masih saja terus menangis melihat Lucas. Appa Lucas juga masih terus menenangkan hati istrinya yang menangis.
Lucas masih menatap kearah depan dengan tatapan kosong. Wajahnya pucat fasih. Dan bibirnya sudah biru.
Ullya sedari tadi menangis melihat Lucas yang kedinginan. Ingin rasanya ia menghanpirinya. Tetapi tidak bisa karena halangan sang ayah.
"Hiks aku harus bagaimana hiks... apa yang harus aku lakukan." Tangis Ullya
Ullya terus saja memandang Lucas. Terlihat jelas Lucas sangat lemah. Ia semakin deras mengeluarkan air matanya melihat itu. Tanpa ia sadari, sedari tadi appa Ullya memperhatikan Ullya menangis. Sebenarnya ia tidak tega melihat itu. Tetapi ia masih bimbamg melihat itu.
Tiba-tiba saja Ullya menubruk tubuh appa nya. Appa nya yang melihat itu menahannya.
"Kua ingin kemana Ullya?" Tanya appa Ullya
"Lepaskan aku appa... aku ingin menemui suamiku hiks... kasihan dia appa hiks... ku mohon appa biarkan aku kembali padanya hiks... aku masih sangat mencintainya appa..." Tangis Ullya pecah. Appa Ullya menatap Ullya yang menangis. Ia sudah tidak bisa menahannya lagi.
"Appa lepaskan aku... aku tidak peduli appa akan marah padaku hiks... lepaskan aku appa." Ucap Ullya. Seketika appa Ullya langsung melepaskan Ullya.
"Pergilah kesuami mu nak. Maafkan appa. Maafkan appa yang sudah memisahkan kalian. Appa sama sekali tidak memikirkan kebahagian kalian. Maafkan appa yang telah egois nak." Ucap appa Ullya yang ikut menangis. Ullya pun langsung memeluk appa nya. Eomma yang melihat itu pun juga ikut menangis.
"Hiks appa terima kasih... aku menyayangi appa hiks." Ucap Ullya
"Pergilah nak... kasihan suamimu." Ucap appa Ullya . Ullya mengangguk. Ia langsung berlari keluar rumah. Ia langsung berlari menghampiri Lucas.
Grebb
"Ullya..."
Hay semuanya 🌈
Go to ending mwehehehe...
Jangan lupa vote sama komennya...
See you ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Is love like this? (END)
RomanceRumah tangga kami memang sangat buruk... Tapi percayalah dari besarnya kesabaran seseorang akan membuahkan kisah yang manis. Kisah tentang rumah tangga yang kami jalin... -Ullya Kim & Lucas Wong
