"Nyapu yang bener! Ga becus banget jadi cewek!" Ketus Devan membuat Tisha harus menggunakan kata 'sabar' berulang kali dalam hatinya.
Tisha bingung, kenapa si Devan jadi sensi banget sih? Tapi katanya mau baikkan?
"Salah aja deh gue kaya nya?! Mau Lo apa sih?! Lo bilang kita temenan tapi ngajak debat terus perasaan!" Tisha menumpahkan kekesalannya pada Devan, dia melemparkan sapu itu sembarangan.
"Setelah gue pikir-pikir, gue tarik kata-kata gue untuk baikkan sama Lo! Selamanya kita musuh!" Ucap Devan sinis, kemudian dia melangkahkan kakinya pergi dengan menenteng tas nya di punggung.
Tisha melihat kepergian Devan dengan tangan terkepal.
"Anjiirr!! Siapa juga yang mau baikkan sama Lo?!" Pekik Tisha kesal, dia menendang kaki meja.
"AWWW!! Sakitttt!!" Pekiknya merasa kesakitan
Ini semua karena Devan!
__
"Kenapa sih Sha?" Tanya Nesya pada Tisha.
Malam ini Tisha nginap di rumah Nesya, Nesya minta temenin karena gak ada temen, dia sendirian di rumah jadi yaa Tisha gak bisa nolak.
"Apanya?" Tanya Tisha balik.
Nesya memutar bola matanya merasa malas.
"Lo kenapa? Kenapa itu makanan Lo aduk-aduk aja?" Tanya Nesya.
"Gapapa"
"Ihh kaya cewek, di tanya kenapa selalu bilang gapapa, padahal ada apa-apa" cibir Nesya.
"Memangnya Lo apa?? Cowok?!" Ketus Tisha.
"Enggak, gue waria" lalu Nesya nyengir.
Tisha menatap Nesya garang.
"Lo pernah ngerasain Hp terbang ke jidat Lo belom?" Tanya Tisha manis.
Nesya menggeleng polos.
"Belum" jawabnya.
"Nihh!" Tisha melemparkan hp nya pada Nesya tapi Nesya tangkap dengan cepat.
"Weeee..gak kenaa" ledek Nesya.
Tisha mendengus.
"Kenapa-kenapa?? Serius kita ini" tanya Nesya lagi.
"Gatau, gue kesel sama Devan" jawab Tisha.
"Nah kan, tebakan gue bener..emang Lo sama Devan kenapa Dahh??"
"Gatau deh Nes, Devan aneh! Pokoknya gue benci sama dia!" Tisha bangkit dari tempat duduknya lalu pergi ke kamar duluan meninggalkan Nesya yang melongo.
"Terserah Dahh!" Nesya mengedikkan bahunya lalu lanjut makan malam.
••
"Seminggu!"
"Gue yakin kakak gak cowok sama gue, jadi gue kasih percobaan seminggu, kalo Lo tahan sama gue, kita lanjut" ucap Tisha.
Endra menatap Tisha seraya tersenyum.
"Deal! Gue yakinkan kalo gue bakalan bertahan lama" jawab Endra mantap.
"Yahh terserah" jawab Tisha acuh
Tisha memutuskan agar dia mencoba membuka hati untuk Endra, mana tau dengan ini dia bisa melupakan kepahitannya.
"Jadi, Lo mau jalan sama gue gak?" Tanya Endra.
Tisha mengangguk.
"Asal Lo traktir gue sih gapapa" jawab Tisha santai.
Endra tertawa.
"Oke, let's go!"
Endra menggandeng tangan Tisha.
Tisha menegang pertama kali di pegang atau di sentuh oleh laki-laki lain selain ayah dan kakaknya..
"Maaf" ucap Endra, dia melepas pegangannya.
"Gapapa"
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan dua Kutub Magnet
Teen FictionIni tentang kisah anak Adam dan hawa yang setiap bertemu selalu bertengkar, tak pernah akrab. Mereka seperti magnet yang berjenis sama, di dekatkan selalu berjauhan saling bertolak belakang. "Anjiirr..Devan Lo ngapain disini?! Nguntitin gue kan?!" T...
