Don't forget to Vomment^^
Thanks~♡
******
Terdengar langkah kaki orang yang sedang berlari-lari. Termasuk Jiho. Begitu mendapat panggilan dari pihak rumah sakit, Jiho dan ayahnya segera menuju ke rumah sakit yang dimaksud. Dan begitu sampai di parkiran rumah sakit, Jiho langsung berlari menuju ke IGD.
"Suster! Suster! Permisi! Pasien bernama Kim Jeno ada dimana?!" Tanya Jiho yang masih terengah-engah karena berlari.
"Maaf? Pasien yang mana ya?"
"Korban kecelakaan mobil! Kecelakaan antara truk dan mobil! Tadi saya diberitahukan kalau korban dibawa ke sini! Dimana dia suster?"
"Oh iya! Mari ikuti saya." Suster pun menuntun Jiho dan Junmyeon menuju ke sebuah ruangan yang ada di IGD, dimana Jeno berada.
Begitu melihat Jeno terbaring dari balik kaca ruangan tersebut, Jiho langsung berlari ingin masuk ke dalam ruangan itu. Namun Jiho di tahan oleh para suster dan juga ayahnya.
"Lepasin! Lepasin saya!! Saya ingin menemui Jeno! Jeno-ya!! Jeno-ya!!"
Teriak Jiho sambil meronta. Jiho sangat khawatir saat melihat banyak darah di sekujur badan Jeno. Ada alat-alat yang ditempelkan di badan Jeno. Jiho takut. Takut kehilangan Jeno. Itu adalah mimpi buruk bagi Jiho. Jiho mencintai Jeno.
"Jiho-ya, tenanglah! Appa mohon tenanglah!" Ucap Junmyeon berusaha menenangkan Jiho.
"Appa tidak mengerti!! Appa tidak pernah peduli sama kami! Hanya Jeno yang selalu ada untukku! Aku tidak mau kehilangan Jeno!! Aku mencintai Jeno!!" Jiho membentak seakan meluapkan apa yang dirasakannya selama ini.
"Jaga ucapanmu, Kim Jiho! Dia adalah appamu! Kami juga menyayangi Jeno! Dia anakku! Bukan hanya kau yang takut kehilangan Jeno!" Tiba-tiba saja Jisoo datang entah darimana.
"Eomma pun sama saja! Kau tidak mengerti seberapa dekatnya aku dan Jeno! Kalian tidak akan pernah mengerti!" Pertahanan Jiho runtuh. Ia tidak kuat lagi. Jiho pun meraung-raung di depan ruangan itu sambil memanggil-manggil nama Jeno.
Sedangkan Jisoo hanya bisa menangis melihat kondisi keluarganya. Junmyeon merutuki dirinya sendiri dalam hati dan berusaha menahan air matanya. Mereka semua sedih dan menyesali semua yang terjadi.
"Mohon maaf, apakah kalian keluarga korban? Pasien ini memerlukan donor darah segera. Apa ada dari kalian yang bergolongan darah B?" Tanya seorang dokter kepada mereka.
"Hm, saya dan Jiho bergolongan darah A sedangkan suamiku bergolongan darah AB. Tidak adakah stock golongan darah B disini, dokter?" Ucap Jisoo. Seakan paham kondisi keluarga ini, sang dokter pun hanya meangguk.
"Sayang sekali saat ini tidak ada stock golongan darah B. Tapi kami sedang berusaha mencarikannya saat ini. Bisakah kalian sambil membantu mencarikan juga? Mungkin kepada kerabat kalian."
"Tentu dokter! Tentu akan kami carikan! Kumohon selamatkan adikku! Selamatkan Jenoku!" Mohon Jiho sambil menggenggam tangan sang dokter.
"Kami akan mengusahakan yang terbaik. Tapi jika tidak segera, akan sulit untuk tertolong. Sebab korban telah kehilangan banyak darah."
"Saya bergolongan darah B. Silahkan ambil darah saya."
~To Be Continue~
KAMU SEDANG MEMBACA
Bro&Sis [✔]
FanfictionDia Adikku -Jiho Dia Noonaku -Jeno Start : January 12, 2020 End : April 05, 2020
![Bro&Sis [✔]](https://img.wattpad.com/cover/207216527-64-k725827.jpg)