Go Se Yoon adalah seorang pengacara
penuntut yang cantik dan Cha Min adalah penerus yang tidak menarik dari sebuah perusahaan kosmetik yang sama-sama dihidupkan kembali dengan pandangan yang berbeda melalui jurang setelah mereka meninggal dalam kec...
Di tengah hujan yang terus mengguyur malam, Cha Min panik karena orang yang tergeletak di jalan tidak bernafas. Dia menghubungi layanan darurat untuk minta pertolongan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Min yang bingung mau melakukan apa, mencoba menekan dadanya untuk memacu jantung pria itu. Bola abyss di saku celananya menyala. Cha Min mengambilnya. Dia ingat kalau bola abyss itulah yang membuatnya hidup kembali. "Siapa tahu? Mungkin bisa menyelamatkan pria ini juga. Tapi bagaimana memakainya?"
Min mencoba menepuk-nepuk bola abyss, tapi tidak beraksi. Lalu dia memutar-mutar bola itu di atas dada orang itu. Ponselnya berdering. Ambulance yang tadi dia telepon menanyakan lokasi Cha Min.
"Gang kedua setelah belok kanan. Aku akan ke jalan utama." Cha Min mengambil payungnya dan meninggalkan bola abyss di samping orang yang tergeletak. Abyys itu bercahaya dan muncul tulisan hangul dari abyss itu.
Sebuah abyss bisa membangkitkan apa pun yang mati.
Abyss terbang dengan sendirinya mengikuti Cha Min. Dan sepertinya abyss itu masuk sendiri ke saku celana Min.
Min menghadang mobil ambulance yang baru tiba di jalan dekat gang. Dia menyuruh petugas untuk bergegas karena orang yang tergeletak tampaknya tidak bernafas. Min mengantar petugas iu ke tkp. Tapi anehnya, orang yang tergeletak tadi sudah tidak ada. Yang ada hanya kantong plastik Min yang berisi obat pengar. Min jelas keheranan melihatnya. "Tadi jelas dia terbaring di sini."
Petugas ambulance jadi kesal karena mengira Min sengaja mengerjai mereka.
"Aku tidak bercanda. Dia berlumuran darah," jelas Min.
"Dengar! Ini pelanggaran undang-undang layanan darurat. Kamu bisa didenda 200 juta won."
Petugas mendapat kabar ada kecelakaan mobil. Sebelum pergi, petugas itu memeriksa kantong plastik Min. Melihat obat pengar, petugas yakin kalau Cha Min sedang mabuk. Dia menyuruh Min minum obat itu lalu tidur.
Min kebingungan sendiri dengan apa yang baru saja dia alami. Dia melihat ke sekeliling mencari keberadaan orang tadi. "Walau belum mati, dia tidak akan pergi jauh dengan kondisi seperti itu. Apa dia baik-baik saja? Ah! Apa aku melihat hal aneh ya?"
Cha Min memutar balik langkahnya. Tiba-tiba sebuah taksi melesat di depannya. Min hampir saja tertabrak. Beruntung dia hanya jatuh terjungkal. "Hei! Dia hampir menabrakku. Tidak bisa di percaya," gerutu Min. Dia melihat kemejanya yang basah kuyup. "Ah! Berapa banyak kemeja yang ku rusak hari ini?" Min berdiri dan mengambil ponselnya yang tadi terjatuh saat hampir tertabrak. Nasib sedang tidak memihaknya. Ponselnya mati.
Cha Min mendatangi rumah Se Yeon. Melihat lampu kamar Se Yeon yang menyala, Min bisa tahu kalau si pemilik rumah sudah pulang. Karena ponselnya mati, akhirnya Min berteriak memanggil Se Yeon. "Hei! Go Se Yeon!"