23rd - ( I'm Who I'm )

370 37 18
                                        

"Aku memang pernah menjadi korban bully kakakmu. Lalu kenapa? Aku yang dihadapanmu sekarang harusnya membuatmu cukup sadar." ujar Krystal pelan namun penuh penekanan.

"Cih. Seorang loser akan selamanya menjadi seorang loser. Tak peduli sebaik apapun kau merubah penampilanmu." balas Jeon Mi mencoba percaya diri.

"Anniya. Bukan penampilan. Tapi mentalku." ujar Krystal dengan yakin, Jiyong tersenyum bangga mendengar ucapan Krystal.

"Jeon Mi-ya geumanhae." teriak Sunmi mengingatkan adiknya.

"Diamlah eonni, aku belajar semua ini dari eonni." teriak Jeon Mi keras

"Menyedihkan.." seringai Krystal dengan tenang saat melihat Sunmi tersentak dengan ucapan adiknya. Krystal mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin, senyum simpul terulas di bibirnya kala melihat banyak mahasiswa yang menyaksikan kejadian ini. Bahkan ada beberapa yang dengan terang-terangan merekam kejadian itu.

"Mwo?!! Kau mengatai diriku menyedihkan? Berkacalah pada dirimu sendiri, kau hanya korban bully kakakku yang bahkan tidak lebih baik daripada Han Yura. Menjijikkan." sentak Jeon Mi kesal, dirinya merasa cukup percaya diri karena ada Young Do yang akan melindunginya dari Kwon Jiyong sekalipun. Mungkin.

Yura mendengar ucapan Jeon Mi merasa sedikit ngilu di hatinya, meski dia merasa Krystal juga tidak lebih dari korban bully namun dengan namanya disebut sebagai perbandingan dengan Krystal bukanlah hal yang membanggakan.

"Jika dia juga hanya sebatas korban bully sepertiku, kenapa dia bertingkah layaknya tak pernah mengalami semua pembullyan itu?" batin Yura seraya memandang ke arah Krystal dengan mengepalkan tangannya erat.

"Lalu kenapa jika aku dulunya adalah korban bully kakakmu? Aku tidak peduli kau membandingkan aku dengan Yura atau siapapun. Kesalahanku dulu adalah karena tidak melawan saat diperlakukan dengan tidak layak oleh kakakmu. Jadi jangan harap sekarang aku akan mengulangi kesalahan yang sama Ahn Jeon Mi." ujar Krystal dengan tajam seraya menahan tangan Jeon Mi yang berniat untuk kembali menamparnya.

"Lebih baik kau diam jika tidak, ayo kita lanjutkan diluar saja!!!" ujar Jiyong tajam menghadang Young Do saat Young Do melangkah berniat untuk mendekati Krystal dan Jeon Mi.

"Kau tidak lihat gadis itu mengganggu Jeon Mi ha!!" teriak Young Do kalap. Jiyong menyeringai seraya menarik kerah baju Young Do dengan sekali sentakan keras. Krystal, Jeon Mi, Sena dan yang lain kini fokus dengan kedua sosok yang ditakuti di universitas ini. Perkelahian Jiyong dan Young Do bukanlah hal yang menyenangkan untuk disaksikan. Mereka terlalu brutal.

"Kau hanya melihat Soo Jung menahan tangan gadis itu dan kau sudah marah? Lalu aku yang melihat dia menampar Soo Jung? Haruskah aku mematahkan tangannya? Kau melindungi gadis itu karena dia adalah adik kekasihmu?! Tapi aku melindungi Soo Jung karena dia adalah adikku!! Jika kau berani meletakkan tanganmu pada tubuhnya maka aku pastikan tanganmu tidak akan bisa kau gunakan lagi!!!" ujar Jiyong dengan suara sedingin es dan setajam pedang seraya. Rahang namja bermarga Kwon itu menggeram keras menahan amarah yang siap meledak.

Semua terdiam melihat reaksi kemarahan Jiyong yang baru pertama kali mereka lihat secara langsung. Bahkan Hanbin, Jinhwan dan Bobby pun terdiam tak berani menyelak saat namja Kwon itu memperlihatkan amarahnya secara langsung. Kecuali Soo Hyuk, semua cukup terguncang melihat sosok Jiyong yang murka. Ya, biasanya mereka hanya mendengar dari selentingan gosip yang beredar tentang kebrutalan Jiyong di masa lalu.

"Dia pun hanya gadis biasa yang kau anggap sebagai adikmu! Lalu apa bedanya aku yang ingin melindungi Jeon Mi dengan kau yang melindungi gadis itu ha!! Kau yang selama ini berpura-pura menjadi mahasiswa biasa kenapa tiba-tiba kau kembali menjadi sosok yang mengerikan?!" balas Young Do mencoba melepaskan cengkraman tangan Jiyong di kerah bajunya namun nihil.

Bad IceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang