Balita

943 90 3
                                    

Baekhyun memandang putranya, bibir tertarik membentuk kurva cantik yang menarik.

Ditatap lagi, kian lama kian dalam, kian lama kian bimbang.

Sehun tersenyum manis, seolah menyalurkan aura positif yang tampak meluap.

Menatap Sehun dengan tampilan begitu membuatnya dengan segera memeluk anaknya dengan erat.

Para wanita yang membantu Sehun bersiap diperintahkan keluar ruangan, memberi privsi bagi kedua Ibu dan anak yang tengah dilanda haru.

"Sehunnie sudah besar, sudah mau menikah." Baekhyun tersenyum, sedang Sehun mengeratkan pelukannya.

"Nak, jangan tumbuh dewasa bisa tidak?" Sehun terkekeh kecil, membawa tubuh ibunya untuk duduk berhadapan dengannya.

"Jangan menjadi dewasa," Mata sipit itu berkaca, seolah sekali sentuh saja semuanya akan bubar.

"Sehun harus dewasa," Sehun membalas penuh perhatian.

Lengan jas nya digenggam erat, mata Baekhyun mengerjab lirih.

"Mama tidak bisa membayangkan kan, anak yang dulu Mama rawat, anak yang dulu cengeng sekali akan menikah," Sehun merasa haru juga.

"Untuk kali ini, biarkan seperti ini, bagaimana harunya saat kau akan menjadi kepala keluarga di keluarga kecilmu sendiri," Baekhyun menghela napas lirih dalam sedih.

"Tapi, membayangkan kau yang akan melupakan Mama membuat semuanya runyam,"

"Sehun jangan pergi, Sehun jangan dewasa, Sehun teruslah jadi balita,"

Sehun, Baekhyun sungguh tulus mengatakannya.

"Setiap hari, setelah melihatmu yang kian bertambah tinggi membuatku khawatir,"

"Sehun, Mama ingin egois,"

"Mama ingin menyimpanmu untuk diri sendiri,"

"Kamu kado Tuhan,"

"Dan Mama tidak mau berbagi"

"Sehun, ayo kembali"

"Ayo jadi balita lagi"

"Mama hiks... Sehunneiku" Tubuh tegap itu Baekhyun peluk dengan gemetar.

Rasa tidak percaya, rasa sedih dan senang terasa mengoyak dada.

Dia masihlah seorang Ibu, dengan harapan layaknya wanita lainnya, harapan sederhana penuh makna.

"Mama, ayo hilangkan cemasnya"

Baekhyun mengangguk, mengeratkan pelukan.

"Sehun, ayo nikmati waktunya, kali ini Mama tidak akan berusaha menentang." Dan mereka berpelukan makin erat, seolah jika ada celah diantara keduanya akan membuat salah satu mati.

MAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang