Chanyeol Seorang pengusa bijaksana, penopang kerajaan yang agung, pemberi kebijakan yang kekal dan lekang.
Mata tajamnya selalu datar, kasar, tapi penuh ketegasan.
Raut wajah yang tak pernah terlihat ceria, sukses membuatnya menjadi penguasa yang dihormati.
Kali ini, berdiri dengan isi kepala riuh menatap penasihat kerajaan. Memandangnya dengan sorot permohonan yang berusaha dia sembunyikan.
"Yang Mulia mohon ampun." Dan Chanyeol tahu ia memohon ampun untuk kesalahan yang mana.
Lantas, Sang Raja segera melangkah tergesa. Mengangkat pedang dengan culas. Matanya memerah gelisah, bahasa tubuhnya kaku penuh gundah.
"Kau!" Katanya penuh dominasi.
Tapi Sang Raja kalah, matanya memerah.
Permaisurinya...
Penasihat kerajaan tampak gemetar, memohon lirih takut memancing emosi sang pemimpin.
Chanyeol masih enggan menurunkan pedangnya.
"Yang mulia. Kerajaan butuh seorang ratu untuk meneruskan dinasti kita semua." Kata salah satu tabib yang bersembunyi dibalik tubuh penasihat.
Chanyeol melemah.
Selalu, dia dipaksa memilih.
Dipaksa harus tahu batasan bahwa selamanya kerajaan masih membutuhkan seorang ratu.
Ia harus memiliki pendamping wanita, untuk meneruskan kerajaannya. Untuk membuat apa yang selama ini keluarganya jaga turun-temurun tetap ada, kerajaan ini.
Tapi, matanya menangkap sosok mungil dibalik pintu yang tengah mengintip.
Mereka bertemu pandang.
Chanyeol melemah.
Mata yang biasa ceria itu memandangnya dengan penuh lelehan air mata.
Mata yang tampak menyerah.
Mata yang tampak tidak memiliki harapan.
Chanyeol benci, entah fakta bahwa ia adalah raja yang harus meneruskan warisan keluarganya atau fakta bahwa dia lemah untuk sekedar memberontak pada aturan mutlak itu.
"Aku mencintainya..." Baru pertama kali mereka lihat Sang Raja begitu kacau, menyuarakan perihal hatinya yang tidak baik-baik saja.
Pedangnya jatuh, memunculkan suara nyaring saat benda yang terbuat dari besi itu menyentuh dinginnya lantai yang membisu.
Baekhyun, laki-laki dengan jubah khasnya memandang lirih.
Ya...
Kerajaan harus tetap berjalan.
Ia tidak mau egois dengan menarik pemimpin mereka untuk selalu mencintainya, mengabaikan seluruh rakyatnya.
Chanyeol yang kali ini gemetar.
Saat Baekhyun melangkah kearahnya, dengan gerakan tubuh ragu.
Memandangnya dengan linangan air mata.
Membuat beberapa orang menyingkir-memberi jalan.
Tapi lama-kelamaan langkahnya mulai semakin ragu, takut dan tahu bahwa fakta di depannya akan menghancurkannya hingga titik terdalam.
Peraturan konyol itu, mengharuskan Raja menikahi wanita.
Entah berapa kalipun raja menikah, setidaknya harus dengan wanita.
Terseok lirih, Baekhyun meremang. Takut dan sedih.
Dan setelahnya yang dia hadapi adalah sebuah pedang yang menusuknya keras dari belakang membuatnya terbatuk lirih.
Baekhyun terduduk, bersimpuh dengan kedua lututnya.
Lantai memerah basah, pedang tadi ditusukkan lebih dalam lagi.
Chanyeol berteriak kalap.
"APA YANG KAU LAKUKAN?!" Katanya.
Segera berlari, Sang Raja menangis keras.
Berlari lagi, tubuhnya terjatuh dengan lemas.
Ia berteriak lalu bangkit.
Semua orang memandangnya sedih.
Tidak ada yang berani beranjak.
Membawa tubuh kurus itu untuk berada dalam gendongannya.
Meraung pilu, merasakan napas Baekhyun yang tersendat.
"TIDAK! Ti... Dak.. tidak, hiks-hisk. Baek... Baekhyun!" Raja mereka tampak sangat rapuh.
Cintanya pergi, jiwanya ikut pergi.
Baekhyun sedikit membuka mata.
Tangan kecil itu terulur, meraih rahang Chanyeol. Menatap pujaan hatinya dengan ringkih.
Chanyeol sesenggukan.
"Raja... Selamat..." Katanya.
"Jika..nan-ti me-me..nikah, temukan wan-nita yang cocok... Husk" Baekhyun tersedak.
Waktunya tidak banyak.
Chanyeol meraih jemari lentik itu membawanya kebibirnya.
Mengecupnya mesra, tangannya gemetar.
"Tidak.. aku mohon.. ja-jangan... Baekhyun..." Baekhyun menyipit.
Lalu dia pergi.
Dia mati.
Dia hilang.
Dia menjadi korban.
Dia...
Entah untuk bagian yang mana dia merasakan sakitnya.
Chanyeol menunduk dalam. Melirih lagi, jiwanya terguncang.
Tapi dengan cepat meraih pedang yang membuatnya kehilangan Baekhyun tadi.
Mengacungkan nya dengan berani.
Membabi buta membunuh orang-orang di ruangan itu.
Sejarah akan mencatat.
Seorang raja yang membunuh anggota penting kerajaan, demi seorang yang dia cintai dengan seluruh hidupnya.
Sejarah akan menulis, seorang laki-laki mungil yang menjadi cinta abadi raja agung di Korea.
Raja penuh dominasi yang memilih mati menyusul Sang pujaan hati.
Sejarah akan mencatat, cinta terlarang yang kedua orang itu harapkan akan abadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAMA
Short StoryTentang Sehun yang mendeskripsikan Ibunya. Atau Baekhyun yang mendeskripsikan anaknya. Chanyeol yang mendeskripsikan Baekhyun ataupun sebaliknya. Sehun yang menceritakan Ayahnya, atau Chanyeol yang mendeskripsikan keduanya.
