"Kamu ini..." Dia menatapku lama.
"Dipaksa mengerti pada keadaan."
"Dipaksa nyaman pada sekitar."
"Dicekoki opini palsu dengan alibi 'siapa yang lebih membutuhkan' padahal..." Matanya meliar.
"Dikeluarga itu, kamu juga mati tertimpa pendapat sedang kamu dibungkam-bisu." Tangan dinginnya menyentuh kulitku, sebuah tepukan hangat aku terima.
"Kamu itu..." Matanya menatapku kian dalam.
"Kosong, jiwamu menyedihkan." Yang kudapati adalah kenyataan keras bahwa sederet kalimat yang dia ucapkan itu benar.
Menjijikan.

KAMU SEDANG MEMBACA
MAMA
Short StoryTentang Sehun yang mendeskripsikan Ibunya. Atau Baekhyun yang mendeskripsikan anaknya. Chanyeol yang mendeskripsikan Baekhyun ataupun sebaliknya. Sehun yang menceritakan Ayahnya, atau Chanyeol yang mendeskripsikan keduanya.