short

249 29 1
                                    

"Kamu ini..." Dia menatapku lama.

"Dipaksa mengerti pada keadaan."

"Dipaksa nyaman pada sekitar."

"Dicekoki opini palsu dengan alibi 'siapa yang lebih membutuhkan' padahal..." Matanya meliar.

"Dikeluarga itu, kamu juga mati tertimpa pendapat sedang kamu dibungkam-bisu." Tangan dinginnya menyentuh kulitku, sebuah tepukan hangat aku terima.

"Kamu itu..." Matanya menatapku kian dalam.

"Kosong, jiwamu menyedihkan." Yang kudapati adalah kenyataan keras bahwa sederet kalimat yang dia ucapkan itu benar.

Menjijikan.

MAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang