Typo harap maklum
Happy reading
Autor POV
Rasya bangun dari tidurnya. Melirik kearah Iyan yang masih tertidur. Rasya bangkit menuju kamar mandi. Membasuh muka Dan gosok Gigi.
Rasya mangambil handphone nya Dan menghubungi seseorang.
Tutt tutt tutt
Berdering.
"Hallo pak." Sapa Rasya terlebih dahulu.
"Hallo Ras, ada apa yah nelpon pagi-pagi begini. Ada yang bisa bapak Bantu?." Tanyanya Pak Erwin.
"Emmm bigini Pak, hari ini saya ijin untuk tidak sekolah dulu, mamahnya Iyan Hari ini pulang dari singapura, saya boleh minta tolong pak?" Tanya Rasya.
"Minta tolong apa Ras?" Tanya Pak Erwin.
"Saya minta tolong, bapak Hari ini bisa tidak datang ke rumah Iyan untuk menjelaskan perihal kejadian tempo lalu?" Tanya Rasya.
"Ohh soal itu, nanti bapak usahakan yah Ras. Demi kepentingan bersama." Kata Pak Erwin.
"Nanti bapak ajak Pak Bagas juga." Kata Pak Erwin.
"Baik pak." Kata Rasya.
"Nanti saya kabari lagi jika mamahnya Iyan sudah sampai di rumah." Kata Rasya.
"Baik Ras." Kata Pak Erwin.
"Terimakasih Pak atas waktunya, maaf mengganggu pagi-pagi begini." Kata Rasya.
"Tidak apa-apa Rasya, bapak juga senang membantu. Ya sudah kalau begitu, bapak pergi kesekolah dulu, nanti kabari saja ok." Kata Pak Erwin.
"Baik pak, sekali lagi terimakasih Pak." Kata Rasya.
"Sama-sama Ras." Jawab Pak Erwin.
Tutt
Panggilan diakhiri.
Rasya bergegas ke kamar Iyan lagi, ternyata Iyan belum bangun. Rasya pergi kedapur untuk membuat sarapan.
Rasya membuat omelette untuk nya dan untuk Iyan. Setelah selesai Rasya pergi ke kamar membangunkan iyan untuk sarapan.
"Yan, bangun yu kita sarapan dulu." Kata Rasya mengguncang tubuh Iyan perlahan.
"Nghhh..." Terdengar lenguhan dari Iyan.
Iyan perlahan membuka matanya Dan tersenyum menatap Rasya.
"Selamat pagi." Kata Iyan bangun perlahan.
"Selamat pagi. Chup." Balas Rasya Dan mengecup pipi kiri Iyan.
Seketika wajah Iyan memanas. Iyan menunduk menahan malu. Rasya duduk di samping Iyan dan menghadap kearah Iyan.
Rasya mencondokkan tubuhnya ke arah Iyan dan berbisik.
"Morning kissnya Mana?" Tanya Rasya menggoda.
Iyan yang mendengar itu seketika menegakkan tubuhnya dan melirik Rasya.
Iyan mendekatkan wajahnya ke wajah Rasya dan...
Chup
Iyan mengecup pipi kanan Rasya. Rasya menengokkan wajahnya ke arah kanan dan menujuk pipi sebelah kirinya.
"Yang ini juga." Kata Rasya.
Chup
Rasya menatap Iyan dan tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fate Line (RASYA & IYAN)
RomanceIyan ga nyangka bakal berurusan sama ketua OSIS nya, dan dia ga nyangka klo ketua OSIS nya ga sebaik yg dia kira, hidup Iyan mulai di ganggu sama ketua OSIS nya. Dan yg labuh parah lagi, katua OSIS nya ngejadiin Iyan pacar.