EXTRA PART 2✨

70.3K 3K 252
                                    

Vote dulu woi baru lanjut!!!
Oke terimakasih 🥰
Happy reading 🌟

Disinilah semua keluarga Bredanzo sekaligus keluarga Afalaska berada. Yaitu di Iciha Hospital. Rumah sakit khusus untuk Persalinan. Tentang kualitas rumah sakit jangan diragukan. Turun-temurun keluarga Bredanzo lahir dirumah sakit ini

Oke lanjut, ga sabar kan? Haha

Mereka semua tengah duduk dibeberapa sofa yang tersedia diruangan khusus VVIP. Ya pastinya sangat besar, bahkan besarnya melebihi ruang Apartemen

Sambil merapalkan doa agar semuanya berjalan lancar, untuk siapa lagi kalau bukan untuk Kia yang tengah berjuang didalam sana dengan sibuah hati yang akan lahir pada malam ini. Walaupun jam sudah menunjukkan pukul 00.30 mereka yang menunggu Otomatis tidak tidur malam ini demi menunggu  bayi Kia dan Dion

"Semoga Kia selamat dan juga bayinya ya Sar" ujar Sferinly Mommy Kia

"Iya, kita doakan yang terbaik" balas Sarah Bunda Dion

***

Kia sedari tadi memegang perutnya yang mulas, ini pembukaan terakhir. Detik-detik dimana Seorang ibu menahan begitu sakitnya rasa sakit yang teramat sangat. Ya walaupun lebih sakit saat mengeluarkan bayi nya. Dion selalu berada disampingnya sambil menggenggam tangan Kia dengan erat, tak peduli jika tangannya terluka karena goresan kuku Kia karena hanya itulah cara Kia menyalurkan sedikit rasa sakit sekarang pada Dion

Kia mengatur nafas perlahan menahan mulasnya, keringat sudah membanjiri dahi Kia. Bahkan wajahnya menggambarkan bahwa Kia sangat sulit menahan rasa sakit sebelum persalinan ini

"Pembukaan terakhir telah selesai dan kita menunggu sekitar 5 menit lagi untuk persalinan" ucap Vivi Dokter yang membantu persalinan Kia

Dion mengangguk sebagai balasannya. Sesekali ia mencium kening Kia untuk menenangkannya, setidaknya itu lah yang bisa ia berikan saat ini

Setelah 5 menit akhirnya saat yang ditunggu-tunggu telah tiba. Perut Kia semakin sakit, bahkan ia menangis sejadi-jadinya lebih daripada tadi

"Kamu kuat sayang" ujar Dion memenangkan Kia sambil mengelus puncak kepala Kia

Kia menggeleng "Sa-kit" ringis Kia dengan mata yang memerah dan air mata yang menetes

Dion mengangguk "Iya aku tau itu sakit, kamu kuat sayang" ia pun mengecup kening Kia dengan sayang

"Oke sekarang Kia rileks.. tarik nafasnya dalam-dalam. Ade bayinya mau keluar nih" ujar Vivi sambil sesekali menyemangati Kia

Kia pun mengikuti anjuran darinya

"Sekarang coba, perlahan-lahan. Jangan terlalu dipaksakan"

Kia ragu awalnya, namun akhirnya ia pun mencoba melakukan instruksi dari Vivi

SAKIT. Ditebalin dong itu katanya. Sungguh ini lebih menyakitkan daripada pembukaan tadi serius.

Kia menggeleng keras "Sa-kit dok.."

Vivi tersenyum "Kamu yang kuat sayang, ini Ade bayinya kasian dong lama-lama disana. Dia pengen cepet keluar biar cepet main"

Kia mengatur nafasnya kembali, sekali lagi ia mencoba mengeden

"Ayo sedikit lagi! Kepalanya sudah keluar separuh"

Kia mengatur nafasnya kembali dengan teriakan keras

Tangisan bayi menggema diruangan, hingga terdengar diruang tunggu keluarga pasien. Merekapun mengucapkan syukur, akhirnya bayi Kia lahir dengan selamat

A Z K I A 🗡️ [SUDAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang