TAHU TIDAK?!

13.3K 1.1K 74
                                        

Hashirama mengerutkan alis dan hendak menghentikan mereka lagi namun tertahan oleh tekanan di kedua pundak. Ia melirik dan menemukan bahwa pemilik masing-masing kedua tangan di bahunya adalah Madara dan Tobirama. Madara menggelengkan kepala sementara Tobirama berbisik, "Ini sudah diluar tanggung jawabmu. Mereka harus bicara satu sama lain dan memutuskannya. Kita tak bisa melakukan apapun sekarang."

Hashirama terlihat akan protes namun dia mengerti maksud Tobirama sehingga hanya menghela nafas. "Biarkan mereka sendiri," ucap Madara sebelum memimpin yang lain keluar dari kamar kedua remaja. Hashirama membetulkan pintu yang dirusak Madara dengan mokuten tanpa suara lalu pergi menyusul ketiga lainnya.

Remaja pirang fokus pada Sasuke jadi tak memperhatikan sekitar bahwa mereka sudah berdua saja. Tapi, Sasuke sadar.

"Kau berniat meninggalkanku lagi, 'kan?" Amarah Naruto tak tertahankan. "Kau mau mengirimku sendirian ke masa depan 'kan?!" Dia meninju si Uchiha sekali lagi. Serangan ini terjadi beberapa kali dengan Sasuke terus menghindar sebisanya tapi Naruto dengan pengalaman serta tambahan insting Kurama memberi Uchiha muda kesulitan sehingga beberapa kali kena.

Berbeda dengan Taijutsu-nya yang biasa, serangan Naruto lebih efektif hasil dari mengikuti insting dan tak cukup bisa diprediksi Sasuke. Beberapa menit mereka saling baku hantam meski Sasuke sebisa mungkin tak menyerang balik hanya menahan serangan. Gerakan Naruto bagaikan Kyuubi sendiri sehingga mau tak mau Sasuke mengaktifkan sharingan dan mengunci gerakan Naruto dengan menahan kedua tangan jinchuriki tersebut. Mereka berhadapan dan mata hitamnya kembali begitu ia melihat safir kembar dipenuhi air mata.

"Naruto..."

Putra Hokage Keempat itu tak menghalangi kesedihan mewarnai wajahnya, bahkan terdengar kala ia menyuarakan, "Kau tidak peduli 'kan?"

Sasuke terdiam.

"Kau sama sekali tidak peduli kalau kita tak pernah bertemu lagi!" Tangis amarah mengalir deras di pipi Naruto. "KAU TAK PERNAH PEDULI! Tidak masalah 'kan bagimu baik itu desa lain atau kembali ke masa lalu atau pergi ke dimensi lain! Kau selalu lari PENGECUT! Itu kebiasaanmu, 'kan?!"

Sasuke mulai terlihat emosi.

"Kau tahu?" Naruto menarik tangannya dari cengkraman tangan Sasuke. "Silakan, lakukan saja kebiasaanmu itu. Tapi aku bukan pengecut! Dan aku bebas melakukan apa yang kumau! Aku tak mau terpisah darimu lagi! Kau dengar, Sasuke?! Kau dengar?!"

Uchiha muda ini hanya bungkam tanpa melepaskan pandangan dari Naruto yang melanjutkan tanpa peduli air matanya sendiri.

"Aku akan membawamu kembali ke Konoha! Tak peduli apakah kau di desa lain, dimensi lain atau masa lain karena aku akan menemukan cara untuk itu!" Ia tak menahan perasaannya sama sekali, "Kau tahu kenapa, hah?! TAHU TIDAK?!"

Mata Sasuke terbelalak.

"Karna aku mencintaimu, TEME!"

Nafas Naruto yang tak berarturan memenuhi keheningan antara mereka setelah pernyataan barusan. "Sial!" Jinchuriki pirang menaikkan lengan untuk menutupi mata dan setengah wajahnya. Dia tak bermaksud untuk menyatakan perasaan secara spontan seperti tadi tapi untuk seseorang yang dinilai jenius dan keturunan Klan dengan pemahaman tinggi tentang cinta, Sasuke cukup bodoh di mata Naruto. Ia masih menyumpahi Uchiha muda itu di kepalanya ketika ia merasakan sepasang tangan memeluk pinggangnya.

Kesempurnaan WaktuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang