Apa aku bilang begitu?

12.5K 1K 65
                                        

Izuna merasa gugup.

Dia tak pernah merasa begini sejak debut terjun ke peperangan saat dia masih kecil dulu. Izuna tahu ini terdengar menggelikan masih bisa gugup di umur segini dengan pengalaman hidupnya tapi mau bagaimana lagi? Setelah keluar dari kamar Sasuke dan Naruto bahkan beberapa kali pergi mengecek gulungan kedua klan bersama dua remaja masa depan, ia masih tak bicara dengan kakaknya. Hashirama dan Madara langsung mengurus pekerjaan terkait pernikahan kedua klan mereka, penerimaan klan lain bergabung dengan Konoha dan beberapa berita bahwa beberapa desa ninja lain didirikan juga. Sungguh minggu yang sibuk untuk semua yang di Konoha. Dengan kata lain, Izuna belum bertemu muka secara pribadi dengan kakaknya lagi sampai sekarang.

Jika dia tak tahu kesibukan padat di Konoha, Izuna mungkin berpikir Madara menghindarinya.

Kakaknya tak akan menghindarinya... 'kan?

Tidak mungkin!

'Kan?

"Tidak, aku yakin Madara tidak sanggup jauh darimu," datang jaawaban dari sebelahnya. Izuna menoleh terkejut. "Tobirama!" Teriaknya. "Jangan mengagetkanku!"

Tobirama menatapnya datar, berkedip sekali dan berkata lambat-lambat, "Aku sudah di sini 30 menit yang lalu."

Izuna cengo, "Kau bercanda?"

"Kita sudah bersama beberapa minggu ini apa kau pernah melihatku bercanda?" Tobirama menaikkan satu alis. Pipi Izuna bersemu merah. Tobirama tergolong tipe tegas dan taat aturan, berbeda 180 derajat dari Hashirama. Tertawa saja jarang, apalagi membuat lelucon. Uchiha ini menghela nafas, "Iya, iya."

Mereka berada di kamar Tobirama dengan beberapa gulungan terbuka di sekitar mereka di atas tatami. Keduanya duduk di zabuton dan sudah menggunakan kimono tipis biru muda untuk tidur. Akademi Ninja akan dibuka minggu depan jadi mereka harus memastikan semua persiapan selesai. Bekerja bersama membuat mereka menghabiskan malam bersama juga.

"Seperti yang kubilang, aku datang setengah jam lalu. Kau menyapaku dengan ciuman sebelum melamun dan cemas soal Madara menghindarimu," lanjut Tobirama sembari mengecek gulungan tentang pendidikan ninja berdasarkan ide Hashirama tapi semua peraturan dan detailnya dibuat oleh Tobirama dengan bantuan Izuna.

"Aku bilang begitu? Bukan dikepalaku saja?"

Senju satu ini mengangguk tanpa melihat Izuna, "Aku tidak tahu kakakmu secara pribadi diluar fakta bahwa kakakku menyukainya tapi aku tahu cara bertarungnya dan menyaksikan langsung sindrom bro-com Uchiha yang terkenal."

"Hei!" Izuna cemberut ke Tobirama. Dia tersinggung. "Itu tidak seterkenal itu!" Izuna berpikir lagi tapi jadi ragu hingga ia menambahkan, "...mungkin sih."

"Mungkin tidak tapi jelas ada dalam darah Uchiha. Bahkan di masa depan pun kita bisa yakin generasi selanjutnya akan mewarisi juga," Tobirama mulai membereskan gulungan-gulangan dan mengikatnya rapi.

Izuna bersidekap, "Mana kita tahu."

Tobirama terhenti mengikat gulungan di tangannya, menoleh ke Izuna, berkata, "Sasuke dan kakaknya, Itachi." Itu membungkam adik Madara otomatis. "Ck. Aku mulai berpikir kalau leluhurku, Indra adalah penyebab ini juga," ucap Izuna.

"Si Indra itu punya daddy-issue, itu sudah pasti," gumam Tobirama. "Dari cerita dua remaja itu, aku pikir Asura yang punya bro-com."

Kesempurnaan WaktuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang