chapter 19 | Anna's cousin

99 18 0
                                    

"Lo suka kan sama anna?"

Pertanyaan dari aidan yang membuat rafa menghela nafas kasar.

Dia suka anna

Dia ingin anna jadi miliknya

"Walaupun iya,dia gak bakal seperti dulu lagi."

Iya aidan benar walaupun anna tau jika dirinya menyukai gadis itu.Semuanya tidak akan sama lagi,rasa itu bukan untuk dirinya lagi.

"Gue saranin lo,lebih baik lo pendam perasaan itu."

Aidan sengaja melirik ke arah anna,ternyata gadis itu sejak tadi melihat kearah mereka.

Anna tersenyum kikuk ketahuan jika dia memperhatikan dua cowok itu yang asik mengobrol.Anna sebenarnya tidak tau jika ini rumahnya rafa,gadis itu hanya ikut sepupunya shelin.

Shelin sepupu dekatnya,anak dari aunty adik ibunya.Mereka cukup dekat dengan jarak umur yang tidak terlalu jauh.

Makanya saat shelin mengajaknya pergi ke acara ini dia iyain saja.Dia tidak tau jika ini rumah rafa,dan dia harus terjebak diantara syila dan rafa.

"Susah--"

Terdengar helaan nafas prustasi dari rafa,dia menggantung ucapannya.Aidan siap menjadi pendengar yang baik.Aidan tahu semuanya tentang cowok itu.

"Lo tau kemaren kemaren gue nerima syila karena arka.Gue gak mau ngecewain dia,lo tau syila itu berarti buat arka.Gue gak mau persahabatan kita ini hancur--"

"Dan lo ngerelain perasaan lo?"

Tebak aidan yang diangguki lemas oleh rafa.Cowok itu sudah lama suka sama anna,awal pertama mereka MPLS.Tapi dia tidak punya cukup keberanian mengungkapkannya.

Cowok itu sengaja deketin syila karena dia tahu jika anna dan syila itu sahabatan.Dan juga dia kenal lama sama syila,karena gadis itu adik arka.Dan sering ikut arka main bersama mereka jika orangtua keduanya pergi keluar kota.

Sampai hari itu dia tekadkan niatnya untuk memberitahu anna semuanya,tentang perasaannya.Tapi dilema menghampirinya saat dia tahu jika syila menaruh hati padanya.

Arka yang memberitahu dirinya,dan cowok itu berpesan agar rafa bisa menjaga adiknya itu.Rafa tau jika syila segalanya bagi arka,sebab cowok itu tidak terlalu dekat dengan orangtuanya.hanya adiknya itu yang bisa mengerti dirinya.

"Sekarang lo mau apa?"

Pertanyaan aidan yang sama dengan pertanyaannya akhir akhir ini.Dia tidak tahu,ternyata membohongi perasaan sendiri itu sakit.Dia tidak ingin teru terusan membohongi perasaannya.

"Gue gak bisa lagi bertahan sama syila."

Pernyataan yang membuat aidan meringis pilu.Menurutnya ini bukan solusi yang baik.Dia tidak ingin sahabatnya ini salah ambil langkah.

"Apa gak bisa lo buka hati buat syila?"

Rafa tanpak berfikir,syila memang cantik dan juga baik.

"Gue gak bisa--"

"Lo coba aja dulu,cinta itu ada karena terbiasa."

"Hati gue sakit,rasa menyesal gue bertambah saat bersama syila."

Aidan prustasi melihat kisah percintaan sahabatnya ini.

"Gue gak mau terlalu jauh menyakiti gadis itu,buat apa pacaran jika tidak ada rasa."

Rafa benar percuma juga menjalin hubungan jika salah satunya tidak memiliki cinta.

"Kalian ngomongin apaan?serius amat keknya."

My KetosTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang