25

483 58 0
                                    

Perempuan berambut hitam legam tengah duduk di depan cermin rias. Tangannya sebelah kanan sibuk memakaikan liptint ke bibir mungil nya.

"Udah?" Tiba-tiba suara laki-laki terdengar dari arah pintu. 

Alea melihat ke arah pintu, dimana suara itu berasal.

Bangchan tengah berdiri sambil melipatkan kedua tangannya di depan. Laki-laki pemilik kulit putih itu terkekeh melihat reaksi pacar nya.

"Sejak kapaaaan lo disituuuuu?" Tanya Alea setengah berteriak.

"Sejak tadi, lo make liptint aja seabad, kaki gue pegel sampe nunggu." Protes Chan.

"Gue gak nyuruh lo buat nunggu disitu ya." Ucap Alea sambil membangkitkan dirinya, dan berjalan menghampiri Chan.

"berisik. Dah ayo." Ucap Chan sambil mengacak rambut Alea yang sudah rapih menjadi sedikit berantakan.

"Chan ih anjir ya,berantakan lagi," ucap Alea sebal.

"Lagian ngapain rapih-rapih amat. Inget lo itu punya gue," ucap Chan.

"Idih, gue punya bonyok gue ya." Ucap Alea.

"Gue rebut lo dari bonyok lo." Ucap Chan.

"Heh emang bisa? caranya gimana?" Tanya Alea dengan serius.

"Gue halalin lo besok." Jawab Chan sambil terkekeh.

"Ih gak ya, apaan gue belom mau," Ucap Alea.

"Hahahha canda bjir," ucap Chan masih tertawa.

Mereka berjalan melewati Taeyong yang sedang menonton Tv.

" Bang Taeeee, gue keluar ama anak orang dulu ya." Ucap Alea ijin ke Taeyong.

"Hooh dah sana, atiati ye. Jagain adek gue Chan, awas kalo lo balikin dia dah kagak utuh." Ucap Taeyong.

"Idieee, emangnya Alea mau gue mutilasi bang, yakali balik kagak utuh." Ucap Chan.
.
Chan menepikan mobilnya di sebuah taman.

"Mau jalan malem?" Tawar Chan.

Dengan wajah sumringah, Alea langsung menganggukan kepalanya. "Mau mau mau," ucapnya seperti anak kecil.

Mereka berjalan di jalanan yang cukup sepi, hanya Ada beberapa orang yang berlalu lalang.

Tangan lebar yang yang tiba-tiba menggenggam tangan Alea.

Keduanya hanya tersenyum.
Wajah Alea menjadi memerah.

Mereka berjalan perlahan, menikmati setiap langkah bersama.

Hawa yang sedikit dingin, jalanan yang lumayan sepi.

Tapi, keduanya tak merasakan itu. Bagi mereka, kehangatan yang terus mereka rasakan, keramaian yang terus terdengar.

"Yang lagi kasmaran mah beda ya." Suara seorang laki-laki, menghentikan langkah mereka berdua.

"Heh, kalian ngapain disini?" Tanya Chan kaget, setelah tau siapa pemilik suara itu.

"Jalan dong, emang lo gak liat Bang." Ucap laki-laki tersebut.

"Jeongin lo gak salah jalan ama Hyunjin?" Tanya Alea.

"Jeongin mau di traktir, makanya Jeongin Mau jalan sama bang Memble." Ucap Jeongin dan di akhiri sengiran polosnya.

"Njir memble lo tumbenan dah traktir Jeongin," ledek Chan.

"Kata bang Memble, Jeongin mau di beliin es krim kalo nemenin dia jalan." Ucap Ayen a.k.a Jeongin.

"Bwahaha seorang Hwang Hyunjin sampe nyogok buat di temenin jalan." Ucap Alea sambil menertawakan.

"Eh berisik ya kalian. Dah Jeong kita pergi aja." Ucap Hyunjin yang kemusuhan.

"Bang Jeongin duluan ya, eh Alea jan lupa PJ nya lo di kelas nanti." Ucap Jeongin.

"Heh sekolah kan libur Jeong." Ucap Alea.

"Eh iya juga si, nanti gue ajak anak-anak yang lain kerumah lo buat nagih PJ." Ucap Jeongin sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.

Masih dengan tangan saling menggenggam, mereka kembali melanjutkan langkah mereka.

"Kamu capek gak?" Tanya Chan saat sudah beberapa menit melanjutkan jalan.

"Lumayan pegel sih kaki aku," ucap Alea.

"Yauda, kita berenti dulu." Ucap Chan sambil tersenyum.

"Eh iya, kok tadi si memble sama Jeongin gak kaget ya liat kita berdua?" Tanya Alea bingung.

"Eh iya juga ya, emang nya mereka dah tau?" Tanya Chan balik.

"Keknya mulut si Felix deh yang bocor." Tebak Alea.

"Ah iya, gak ada akhlak banget si toa bocor ke yang lain." Ucap Chan.

"Mau minum?" Tawar Chan.

"Chan, kayak nya kita balik aja deh." Ucap Alea.

"Kenapa? Kamu gak enak badan?" Tanya Chan panik.

"Gak kok, ini... Anu..." ucap Alea ragu.

"Kenapa?" Ucap Chan makin panik.

"Perut aku tiba-tiba sakit, emm.. Itu.. Kayaknya.. Aku dapet." Ucap Alea.

"Sakit banget ya?" Tanya Chan.

Alea hanya menganggukan kepalanya, sambil menahan sakit.

"Yauda kita pulang." Ucap Chan sambil membangkitkan badannya.

Alea ragu untuk berdiri.

"Eh," Alea kaget. Karena, tiba-tiba Chan mengikatkan jaket nya ke pinggang Alea.

Alea tersenyum melihat tindakan Chan.

"Depan ada minimarket, nanti kamu ganti ya, atau Mau aku beliin?" Tanya Chan.

"Eh, jangan. Buat kita jalan aja kesana, lagian disini gak ada toilet kan." Ucap Alea.

"Masih kuat jalan?" Tanya Chan.

Alea hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
.
.
"Udah?" Tanya Chan yang dari tadi menunggu Alea menyelesaikan urusannya.

"Udah." Ucap Alea tersenyum.

"Yaudah yuk pulang." Ajak Chan.
Chan menjongkokkan badannya.
"Ayo, naik." Ucap Chan.

"Eh? Apa sih, aku masih bisa jalan." Ucap Alea.

"Bawel, cepet naik!" Perintah Chan.
.
.

"Gue berat ya?" Tanya Alea.

"Berat apaan, badan kecil kek kapas begini ringan." Ucap Chan.

"Heh gaboleh body shamming." Ucap Alea diakhiri dengan kekehan.

"Perutnya masih sakit?" Tanya Chan.

"Iya, tapi lumayan gak terlalu sakit." Ucap Alea.

Mereka melewati jalanan yang sudah mereka lalui tadi. Alea memeluk erat Chan dari belakang.

Tak lama, mobil Chan sudah terlihat.

Chan dengan pelan memasukan Alea kedalam mobil karena takut terbangun.

Tak lupa Chan menyelimuti tubuh Alea menggunakan selimut yang selalu ada di dalam mobil nya.

Chan menatap lekat wajah pacarnya, ia tersenyum. Sambil bergumam " terimakasih telah hadir."

Lalu ia melajukan mobilnya untuk mengantarkan pacarnya pulang ke rumah.

It's Mine || Bangchan [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang