Ulang Tahun

1.8K 78 0
                                        

Tak terasa sudah 5 bulan kedekatanku dengan Mas Ario. Tapi aku jalani saja, walaupun tanpa ikatan yang sesungguhnya.

Esok adalah hari ulang tahunku, ibu berniatan buat syukuran kecil-kecilan juga buat ndoain aku supaya lancar skripsinya sampe wisuda nanti.

Malam ini seperti biasa rutinitas Mas Ario menelfonku. Dia mau ngajak aku diner. Astaga diner batinku gaya2an ni laki.

Dek
Besok malem makan diluar yuk

Emmm
Mas izin ke ibuk ya tapi

Iya dekk

Apa mas Ario lupa kalo hariini aku ulta batinku.

Taklama dia nyayiin lagu ulang tahun untukku. Aku hanya tertawa geli apalagi dengan suara tegas dia tapi agak fals.

Selamat ulang tahun dek
Panjang umur, murah rezeki,
Makin jadi wanita yang baik,
Makin rajin nolong ibu,
Makin rajin mbuatin cemilan
Buat mas, dan lancar kulianya

Makasi mas hehhe

Kali ini 3 jam aku dan mas Ario ngarul ngidul cerita di telfon. Ternyata mas Ario anak dari seorang perwira angkatan udara, dia mempunyai 3 saudara dan yang lebih mengejutkan dia anak pertama, ke dua adiknya laki-laki seorang tentara angkatan udara yang sudah menikah. Dan yang ke 3 perempuan, masih berstatus mahasiswa semester 3.
Mas Ario udah di langkahi adiknya batinku.

Tapi aku tak berniat bertanya lebih dalam kenapa dia bisa didului adiknya. Takut nanti dia tersinggung.

Keesokan harinya hari yang ditunggu2 karna malam ini mas ario ngajak aku buat makan malem diluar.
Dan aku udah izin sma ibu dan ayah dan mereka ngizinin.

Setelah Sudah mengerjakan solat mangrip, aku langsung bersiap mengenakan sepan dasar, kemeja berwarna deep army dengan model balon di tangan, hijab pasmina berwarna hijau lebih muda, polesan makeup,  dan sendal hils juga tas tanganku.

~tok tok tok~

Iya tunggu sebentar

Akupun berlarian kecil menuju ke pintu. Aku langsung berhadapan dengan mas Ario yang mengenakan sepan jens, kemeja hitam juga sepatu skets yang ia kenakan.

Mas Ario pun langsung memamitkan aku ke ibuk dan ayahku.

Mana motor mas?

Tanyaku bingung karna tak ada motornya di halamanrumahku.

Mas pakek mobil dek
Punya bang hendro,
Ngak enak malem2 pakek motor

Ohh iyaiya

Kamipun melangkah ke luar pagar, lalu masuk ke mobil.

Makan dimana mas?

Nanti adek liat aja

15 menit diperjalanan, kami pun sampe di sebuah cafe yang cukup berkelaslah.

Kamipun masuk ke cafe itu, mas Ario memilih ruangan yang berada di lantai atas. Cafe yang disekat2 kaca, jadi kek perpengunjung yang dateng gitu. jadi kalo ngobrol ngak di denger menurutku karna kedap suara.

Senyuman Dari PrajuritCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang