Duduk mas Ucapku sambil tersenyum, aku duduk di ujung sebelah kanan sofa mas Ario duduk di ujung kiri sofa karna sofa yang cukup panjang.
Nyasar ngak Mas?
Enggak kok dek
Mas sedikit tau daerah sini
Ohiyaiya mas
Saat awal pembicaraan kami tiba-tiba ayahku lewat buat keluar karna ada urusan.
Yahh
"ohiyaiya"
Mas Ario langsung berdiri tegak menyalami Ayahku dengan tersenyum bergitupun dengan ayahku.
"duduk2 nak,
Ayah tinggal dulu"
Dengan bersamaan aku dan mas Ario menjawab kata-kata ayah.
Nai ke belakang
Dulu ya Mas
Iya dek
Akupun membuatkan Mas ario segelas sirup dan cemilan yang sudah aku buat tadi.
Diminum mas
Ah adek
Ngakusa repot2lah
Ngakpapa mas
Saat aku dan mas ario tengah berbincang2 jiwa ke ibuan ibukku tak tersengaja mengukir senyum mas Ario.
"tehhh"
Iya buuu
"teh naira"
Iyaiya bu bentar
Bentar ya mas
Akupun menuju ke dapur, ternyata ibuku lagi mengangkat pakaian.
Ihh ibuk
Ada tamu tau ngak
"haah? Temen teteh udah dateng"
Iyalah, gedek bener suara ibu
"aduh maafff teh"
Yaudah yok temuin buk, tadi ayah udah sekalian keluar.
"iyaiya
Aku dan ibupun langsung menuju ke ruang tamu.
"Eh ada tamu"
Iya buk
Sambut mas Ario sambil menyalami ibuku.
"dilanjutin nak,
Dicicipin kuenya
Minumnya juga"
Iyaiya buk
"ibuk tinggal ya"
Ibupun langsung berlalu dari ruang tamu, tinggallah aku dan Mas Ario.
Cukup banyak yang ditanya mas ario, salah satunya kenapa ngak makan di kedai soto sebrang sekolah lagi. Aku bilang aja kalo aku bawa bekal, dan dia udah menebak itu.
Kira-kira 1/2 jam kami ngobrol, Mas Ario pun pamit buat pulang. Akupun langsung memanggil ibuku, dan ternyata ibuku lagi tidur ah biarla takut ngeganggu batinku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Senyuman Dari Prajurit
RomanceNaira seorang mahasiswa perguruan tinggi semester 7 yang tak sengaja berkenalan dengan seorang Tentara, akankah cinta keduanya bersatu? Atau malah terpisah seiring berjalannya waktu? Yukk simak ceritanya......
