Sambil menikmati makanan yang sudah kami pesan dengan sedikit candaan dari Mas Ario. Setelah selesai makan dan merapihkan sendiri piring2 agar ngak terlihat berantakan.
Sebulan lagi adek
Selesai ya PPL?
iya mas hehe
Terus dek?
Skripsi?
Penentuan judul,
Terus skripsi.
Sambilan KKN juga nanti
Ada juga KKN dek?
Iya mas
Ohh kirain kalo udah PPL
Enggak lagi KKN
Itu bedanya dengan
FKIP mas
Saat kami sedang asik ngobrol tiba-tiba ponsel mas Ario yang berada di atas meja berdering. Dan aku bener-bener liat siapa nama yang menelfon.
~ Dela~
Seketika ponsel mas Ario di, heningkan.
Kok ngak di angkat mas?
Oh,
Ngakpapa dek
Orang asik ngobrol
Siapa tau penting mas
Enggak dek,
Temen biasa
Ohhh
Jawabku dengan mata membulat, bukankah dela adalah nama CEWEK. kenapa nelfon Mas Ario.
Aku tak mau suasana jadi ngak enak, jadi bersikap biasa saja Padahal aku penasaran. Jangan jangan itu pacar mas Ario batinku.
Kira-kira 1 jam setengah berada di tempat makan itu kami memutuskan untuk pulang.
Bisa dek jalan?
Pelan2 aja
Kaki yang sedikit masih nyeri Ngebuatku masih merangkul Mas Ario.
Bisa mas masih nyeri dikit
Kamipun menuju parkiran dan berlalu dari tempat makan itu.
Diperjalanan kami melihat ada mobil yang menjual berbagai macam ikan hias
Mau beli ikan ngak dek?
Mas seneng ikan
Iya dek
Mampir ya
Mas Ario memutar balik motornya, untuk membeli ikan hias yang terjejer rapi didalam mobil.
Berapa pak?
"30.000 ribuan nak"
Mau ikan yang mana dek?
Terserah mas aja
Satu adek satu mas
Itutu
Yang warna oren gandut
Sama yang ini pak
Setelah dimasukan ke dalan kantong yang berisi air kantung pun diikat.
Makasi pak
"iya sama2"
Ternyata mas Ario pecinta ikan hias batinku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Senyuman Dari Prajurit
CintaNaira seorang mahasiswa perguruan tinggi semester 7 yang tak sengaja berkenalan dengan seorang Tentara, akankah cinta keduanya bersatu? Atau malah terpisah seiring berjalannya waktu? Yukk simak ceritanya......
