Day 4

70 13 8
                                        

"Meskipun aku brengsek, aku tidak akan melakukan hal tidak terhormat kepada perempuan yang belum sah kumiliki. Mereka wajib dihormati, bukan disakiti."
-Daniel Sandra Dicakra

"Bos, gue ada informasi penting buat lo," ucap seorang perempuan bergaya rambut bob pada Daniel.

"Apa? Gue mesti nemuin si Feby nih, buat nunjukin markas kita," ucap Daniel sambil merapikan rambutnya.

"Lo kenal si Raka?"

"Raka siapa? Yang jelas dong kalau ngomong."

"Caraka Garuda, mantan anggota kita dulu."

Daniel menghentikan aktivitasnya sejenak. Dia menoleh kepada Joe.

"Gue udah gak peduli sama dia. Udah ya, gue cabut."

"Tapi ini penting bos," tahan Amin, anggota geng Daniel yang kemarin juga sempat melihat Raka bersama Feby di taman.

"Oke, dua menit. Udah cepet lo mau ngomong apa?"

"Caraka kayaknya suka sama cewe lo bos," ucap Joe hati-hati.

Daniel tersenyum devil.

"Terus?"

"Kok terus sih? Emang bos nggak takut ketikung?" protes Indra tak terima.

"Ya gue mesti ngapain. Cuma kayaknya kan? Lagian lo pada ini kenapa dah, gak biasanya ngasih informasi nggak akurat."

"Tapi ini beneran bos! Mata Raka gak bisa bohong," ucap Joe berusaha meyakinkan Daniel.

"Oke, ntar gue tanya si Feby. Gue pergi," ucap Daniel sambil berjalan keluar markas.

Jujur. Di dalam hati Daniel yang paling dalam, dirinya takut Feby jatuh kepada Raka. Akan tetapi, gengsinya tidak membiarkan dirinya menampakkan sisi takut di depan kawannya.

"Sialan lo Caraka," desis Daniel tajam.

¤¤¤¤

"Ya ampun! Itu kakak basket yang itu imut banget," puji Angel histeris pada salah satu anggota basket sekolahnya.

Keempat sahabat itu kini tengah duduk di tribun sambil menyaksikan latihan anak basket sore ini.

"Yaelah, masih gantengan doiku juga," sanggah Sasa sambil menurunkan tangan Angel yang sibuk bertepuk tangan setelah doinya berhasil mencetak three-point.

"Ya ampun guys, masih cakepan doiku," ucap Zahra ikut-ikut.

"Emang doimu siapa?" tanya Feby mewakili pertanyaan kedua sahabatnya yang lain.

"Doiku? Masih berada di catatan takdir Allah yang selalu kudoakan setiap malam agar nantinya kami bisa bahagia dunia akhirat," ujar Zahra menghayati. Seolah dirinya menyimpan harapan yang besar pada sosok yang didambakannya lewat doa.

"Yeeeee, itu mah belum ada Zar. Jomblo kacian deh," canda Sasa yang diikuti cekikikan Angel dan Feby.

"Enak aja! Aku tuh lagi suka sama si Rafi XI-5 IPA, dia kayaknya juga suka tuh sama aku. Buktinya kemarin, waktu aku ekskul paskib si doi nyamperin buat ngasih semangat. Mantep nggak tuh?"

Feby, Sasa, dan Angel saling berpandangan satu sama lain. Lantas mereka tersenyum, sepemikiran.

"Ooohhh ... lagi suka sama anak ya? Siapa tadi? Rafi?" tanya Sasa sambil tersenyum lebar.

"Kok nggak pernah cerita sama kita? Jangan-jangan udah jadian, nih." Angel ikut-ikut menggoda Zahra.

"Wah ... parah si Zahra. Punya doi nggak bilang-bilang," ujar Feby sambil menampilkan raut muka tersakiti.

Thirty Days With YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang