Saingan Sagara

2.3K 336 24
                                        

Bismillah..

"Baik, kepada masing-masing gugus sudah diperbolehkan kembali ke tenda untuk istirahat makan dan shalat."

Pengumuman dari kating (kakak tingkat) mereka siang itu langsung dibalas dengan helaan napas lega dari barisan junior. Fani sendiri sudah berkeringat banyak dan ingin cepat-cepat berbaring di tenda. Meskipun kegiatan tadi berlangsung menyenangkan tapi tetap saja bikin capek.

"Fan, bareng yuk!" kata Sagara yang tiba-tiba sudah muncul di sebelahnya.

Iya, pada akhirnya Fani tetap berada di gugus Sagara. Dan untungnya tidak ada satupun anak kelas mereka yang ada di gugus itu. Tiap gugus terdiri atas tujuh orang, di kelompok Fani ada dua cowok dan lima cewek.

Sagara, Sindy, Silvi, Sherin, Randi, Rachel dan Fani.

"Sagara, giliran lo nih yang jemput galon," kata Sherin saat melihat Sagara dan Fani datang ke tenda. Mereka semua sudah duduk melingkar untuk menyantap makan siang.

"Yah, masih capek nih Rin," kata Sagara malas. Sherin mendengus.

"Ayo sana! Ntar gak kebagian!" kata Sherin sambil mendorong cowok itu pergi. Fani tertawa kecil melihat itu.

"Fan, sini!"

"Iyaa ..."

Berbeda dengan perlakuan teman sekelasnya, Fani diperlakukan sangat baik oleh teman-teman satu gugusnya. Mereka bahkan sering mengistimewakan Fani karena menurut mereka Fani imut dan seperti anak kecil. Mereka juga tak habis pikir kenapa Fani bisa diperlakukan menyebalkan oleh teman-teman satu kelasnya, padahal Fani menurut mereka sangat menggemaskan. Fyi, yang menceritakan masalah Fani kepada mereka adalah Sagara.

"Fan, duduk sebelah gue sini!"

"Cie Randi dari kemarin ngegas banget," ledek yang lain.

Fani tertawa lagi. Tapi dari semua anak gugusnya, Fani diperlakukan paling manis oleh Randi.

"Hati-hati Randi, nanti Sagara marah," kata Silvi sambil mencomot satu kentang goreng dari piring makan. Tindakannya itu langsung membuat Sherin sebagai koki di gugus mereka jadi segera mengamankan makanan.

"Sebelum Sagara balik, belum ada yang boleh makan," ujar gadis itu dengan mata berkilat.

"Emang Fani pacaran sama Sagara?" tanya Randi, kembali membuat semua anak gugus mereka memusatkan perhatian kepada cowok itu.

"Enggak kok, gue sama Sagara temenan aja," kata Fani menjelaskan. Randi menghembuskan napas lega.

"Syukur deh kalau begitu," kata Randi.

"Gak enak juga gue kalau nikung teman," tambah Randi usil membuat semuanya makin bersorak heboh.

Tak lama setelah itu Sagara datang sambil membawa galon.

"Apa nih? Apa nih? Kenapa heboh banget?" tanya Sagara kepo sambil menaruh galon di atas batu besar untuk membuat posisi galon lebih tinggi.

"Itu ... si Randi, ngegas banget sama Fani dari kemarin," kata Sherin yang sudah kembali menyusun makanan ke atas tikar. Sagara mendelik lalu menoleh menatap Fani yang malah sibuk menusuk bagian atas galon agar airnya keluar lebih deras.

Sagara berdehem.

"Yah, daripada lo sakit hati mending jangan sama dia deh Ran," kata Sagara namun berhasil membuat semua mata yang ada di sana melotot ke arahnya.

"Maksud lo?" tanya Randi tak suka.

Sagara dan Randi bertatapan tajam.




"Hareudang ... hareudang ... panas.. panas ..." kata Sindy mulai bernyanyi.
Aura panas yang ada di antara Sagara dan Randi langsung lumer gara-gara nyanyian itu.

"Gue lagi serius nih, jangan ngelawak," kata Randi sambil menoyor kepala gadis itu.

"Jadi gimana maksud lo?" tanya Randi mulai selow. Sagara tersenyum tipis lalu menepuk kepala Fani yang duduk di sebelahnya pelan.

"Dia ini-"

Sagara menjeda kalimatnya. Membuat semua orang mulai menyambung kalimat Sagara dengan imajinasi sendiri.

Dia ini milik gue.

Dia ini pacar gue.

Dia ini punya gue.

Dia ini-?

"... Gak pernah suka sama manusia. Sukanya sama tokoh kartun aja, jadi daripada lo patah hati, mending gak usah," kata Sagara dengan wajah polos tanpa dosa.

Mendengar itu semua orang yang awalnya sudah deg-degan jadi buyar.

"Sialan! Gue kira apaan!" kata Rachel gemas.

Setelah itu mereka asyik makan dan kembali bercanda ria. Seolah kejadian sebelumnya tidak pernah terjadi.

Fani makan dengan perlahan. Menatap Sagara yang tertawa karena lawakan Sindy dan Randi.

Apa cuma Fani yang sadar, kalau tangan Sagara saat menepuk kepalanya gemetar dan tatapan Sagara menajam?


Apa cuma Fani yang sadar, kalau tangan Sagara saat menepuk kepalanya gemetar dan tatapan Sagara menajam?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gara-Gara Sagara [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang