Sahabat Sagara

2.8K 345 16
                                        

Bismillah..

Fani sedang duduk sendirian di kelas mata kuliah jurusan. Seperti biasa ia sibuk membaca komik. Sabina hari ini sedang absen.

"Eh, siapa tuh!"

"Weh, cantik banget!"

"Sagara beneran jomblo kan? Kalau gitu temennya buat gue aja."

"Gak sadar muka banget lo, Za."

Karena bisikan-bisikan itu Fani jadi menoleh ke pintu. Sagara datang sambil bercanda ria dengan seorang gadis berambut tebal dan sedikit bergelombang. Luas biasa cantik.

Oh, udah ada gebetan toh, batin Fani. Lalu kembali sibuk membaca komik.

"Sombong banget!"

Fani berjengit saat Sagara tiba-tiba  menepuk lengannya dengan buku. Sebenarnya agak kaget karena cowok itu masih menyapanya. Fani kira karena gadis cantik itu Sagara akan bersikap tidak acuh padanya.

"Apa?" kata Fani lalu menatap Sagara yang cengengesan di belakangnya dengan datar.

"Hai kenalin gue Alesha," ujar gadis yang Fani bilang cantik tadi ramah. Fani mengerjap, membalas uluran tangan Alesha.

"Hai, gue Fani!" kata Fani lalu tersenyum. Alesha mengerjap kaget saat mendengar nama itu.

"Oh, lo yang sekelas semua sama Sagara ya? Sagara sering banget cerita tentang lo," kata Alesha ceria namun langsung dihadiahi jitakan di kepalanya oleh Sagara.

"Jangan ngomong yang enggak-enggak heh, ntar Fani salah paham," kata Sagara sebal. Fani merengut.

Siapa juga yang akan salah paham? GR banget!

Sagara dan Fani memang sekelas di semua mata kuliah, baik mata kuliah umum atau mata kuliah jurusan membuat keduanya jadi kian akrab. Apalagi Sagara pernah bilang jika Fani sendiri ia yang akan duduk di sebelah gadis itu. Jadi hampir setiap hari Fani dan Sagara berinteraksi.

"Mungkin karena gue lulus beda jalur sama kalian kali ya? Jadi kita jarang sekelas," kata Alesha sedih sambil menarik kursi untuk duduk di sebelah Fani.

"Eh, gak ada orang kan?" tanya Alesha sebelum duduk. Fani menggeleng.

"Lah, gue duduk dimana dong?" tanya Sagara yang terbiasa mengisi kursi kosong di sebelah Fani.

"Lo di sini aja, depan kami," kata Fani sambil menunjuk kursi yang ada di depannya. Sagara mengangguk.

"Ya udah deh," ujar Sagara lalu duduk di depan Fani.

Setelah itu ketiganya asyik berbicara soal ini itu, Fani jadi senang karena ternyata ada yang nyambung ngobrol dengannya. Tak lama dosen masuk, menginterupsi pembicaraan mereka.

"Eh Fan, pinjam pena dong."

Saat dosen menyuruh mahasiswa mencatat beberapa materi yang ia terangkan, Sagara menoleh tiba-tiba ke belakang membuat Fani yang tengah menulis jadi mendongak.

Mata gadis itu membulat. Entah bagaimana wajah Sagara jadi sangat dekat dengannya. Membuat Fani bisa melihat dengan jelas iris berwarna coklat jernih milik cowok itu.

BRAK!

Fani reflek memundurkan wajahnya ke belakang saat tangan Alesha tiba-tiba memukul bagian meja yang ada di antara mereka. Gadis itu terlihat bersalah.

"Sorry guys, kalian tatapannya lama banget, sampai dosen jadi ngeliatin," bisik gadis itu.

Sagara berdehem, lalu mengambil pena Fani tanpa menunggu persetujuan gadis itu dan menghadapkan tubuhnya ke depan.
Fani diam saja, memfokuskan pandangan ke depan. Lalu jadi tersenyum geli saat melihat telinga Sagara memerah karena malu.

🍉🍉🍉

Tiga bulan berlalu dengan cepat. Fani, Alesha dan Sagara jadi kian akrab. Sabina kadang-kadang juga ikut dengan mereka tapi gadis itu lebih sering absen.

"Bin, jatah lo di matkul administrasi  udah habis lho," kata Fani mengingatkan Sabina. Sabina mendelik kaget.

"Udah habis ya? Duh gimana nih, padahal Ari ngajak gue ketemuan lagi besok," kata Sabina panik.

Fani menghela napas. Ya, Sabina sering absen karena sibuk pacaran. Gadis itu bahkan dengan santainya mengambil jatah kuliah hanya untuk menemui pacarnya.

"Bukannya gue pengen ikut campur urusan lo Bin, tapi minggu depan kita udah UTS, materi kuliah makin sulit, lo mau nilai lo jelek?" kata Fani menasehati dengan tulus. Sabina terlihat makin panik karena kalimat itu.

"Ya ampun Fan, gimana dong, lo tolongin gue ya," kata Sabina. Fani mengangguk lalu tersenyum. Setidaknya Sabina masih berusaha mengejar ketertinggalannya kan?

"Lo kapan mau belajar bareng? Pulang kuliah ini gimana? Mumpung gue udah gak ada kuliah nih," kata Fani memberi usul.

Sabina terdiam di depannya. Menatap Fani bingung.

"Fan, maksud gue, lo nolongin gue waktu ujian, bukan sekarang," katanya.

Fani mengerutkan kening.

"Maksud lo?"

Sabina menghela napas agak kesal karena baginya Fani pura-pura tak paham.

"Contekan Fan," kata Sabina.

Fani langsung terdiam saat mendengar kalimat itu dari mulut Sabina. Menatap gadis itu tak senang. Contekan katanya?

"Bin, gue tau kita sahabat, gue juga tau lo yang sering nemenin gue waktu kuliah, walaupun akhir-akhir ini lo sering ngilang karena pacar lo itu, tapi sedekat apapun kita, maaf, gue gak bisa ngasih lo contekan," kata Fani tegas.

Sabina menaikkan sebelah alis.

"Jadi lo gak mau nolongin gue?" tanya Sabina sambil bersedekap. Menatap Fani tajam.

Fani mengangguk.

"Maaf ya, bagi gue jujur itu di atas segala-galanya," kata Fani.

Sabina menghela napas. Tangannya jatuh ke sisi tubuh. Pandangannya yang biasanya lembut berubah menyeramkan.

"Bener kata cewek-cewek di jurusan, seharusnya gue tinggalin lo sendiri, gak tau balas budi lo," kata Sabina tajam. Gadis itu berjalan maju, membuat Fani jadi mundur sampai menabrak dinding. Mata Sabina terlihat merah menahan amarah.

"Jangan mentang-mentang sekarang lo udah temenan sama Sagara dan Alesha lo jadi berfikir bisa ngebuang gue. Lo lihat aja nanti, apa yang bakalan terjadi sama mereka karena lo ngebuang gue," kata Sabina lalu mendorong kepala Fani dengan telunjuknya.

Fani langsung terduduk setelah Sabina pergi. Tubuh mungil Fani tak ada apa-apanya dibanding Sabina yang tinggi. Fani menarik napas lalu menghembuskannya cepat. Ancaman Fani terhadap Sagara dan Alesha terputar ulang di otaknya.

Kenapa tiba-tiba jadi begini?

"Gue harus gimana," kata Fani cemas.



"Gue harus gimana," kata Fani cemas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Gara-Gara Sagara [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang