Bismillah..
"HAPPY SEMPROTULATION SAGARA DAN FANI!"
Teriakan cempreng dan super ceria dari mulut Alesha itu hanya dibalas dengusan oleh Sagara. Fani terkikik di sebelah pemuda itu sambil menatap Sagara yang sedang dipasangi berbagai macam cemilan oleh Alesha.
Sagara tidak tau siapa yang pertama kali menciptakan tren sempro itu, tapi entah kenapa di kampusnya (atau di kampus lain juga seperti itu?) setiap ada yang sempro pasti diberi hadiah makanan dalam bentuk aneh-aneh. Entah rangkaian coklat disusun jadi mahkota, salendang dari satu renteng ciki-ciki. Atau kalau beruntung diberi parsel mahal.
Saat ini Alesha sibuk memasangkan mahkota ke kepala Sagara membuat pemuda itu merasa jengah dan tak sabar.
"Gak usah Sha, gue gini aja udah," kata Sagara sambil menggerakkan kepala, menghindar dari mahkota buatan Alesha. Alesha merengut.
"Tapi gue udah bikin mahkota ini susah payah," ucap Alesha sambil menunduk sedih. Sagara mendecak pelan.
"Ih ya udah deh, tapi itu aja, selendangnya gak usah," kata Sagara mengalah. Alesha langsung berbinar. Lalu kembali mendandani Sagara dengan atribut makanan buatannya.
Fani sendiri sudah dipasangi berbagai macam atribut makanan juga oleh Alesha. Berbeda dengan Sagara, gadis itu malah terharu karena Alesh membawakan banyak makanan di hari sempronya.
"Foto dulu, foto dulu!" kata Alesha sambil mengarak dua sahabatnya ke luar dari gedung kampus. Fani menurut saja sedangkan Sagara langsung melepas mahkotanya karena malu.
"Ih kok lo lepas sih?" protes Alesha.
"Ntar pas di foto gue pasang lagi, ini Fani lo apain hah?" kata Sagara yang baru sadar Fani sudah terlihat aneh dengan seabrek makanan ringan di tubuhnya.
Gemas, Sagara segera melepas salendang ciki-ciki Fani dan melepas mahkotanya juga, membuat Fani dan pemuda itu jadi berhadapan dekat. Fani sampai menahan napas karena gugup, sedangkan Sagara terlalu fokus dengan kegiatannya.
"KENAPA LO LEPASIN SIH? GUE BIKINNYA SEMALAMAN!" protes Alesha yang mengamuk, mendorong Sagara menjauh dari Fani.
Fani diam saja. Memperhatikan Sagara dan Alesha bertengkar dan beradu pendapat.
"Weh ... udah, lo berantem mulu sama Alesha."
Sebuah suara serak berat membuat Fani menoleh cepat. Matanya membulat saat melihat Radi sudah berdiri di dekatnya lalu tersenyum tipis pada gadis itu. Pipi Fani memerah. Wajah sahabat Alesha itu sangat tampan saat dilihat dari dekat.
Sagara yang menyadari Fani terpesona langsung mendecih.
"Ngapain lo tepe-tepe sama temen gue hah?" kata Sagara lalu memisahkan Radi dan Fani yang berdiri bersebelahan.
*tepe = tebar pesona
Fani mendelik saat Sagara tiba-tiba muncul di antara mereka. Pemuda itu mendorongnya ke samping agar menjauh dari Radi, membuat bahu keduanya menempel.
Gadis itu menahan napas.
Lagi-lagi.
Terlalu dekat.
Fani segera menarik diri, lalu memutuskan untuk merapat pada Alesha. Berada di dekat Alesha jauh lebih aman dibanding Sagara.
"Marah-marah mulu lo, udah untung gue dateng," kata Radi sebal sambil mengeluarkan satu coklat dari sakunya.
"Nih hadiah sempro lo," kata Radi sambil mengulurkan coklat itu pada Sagara yang diterima pemuda itu dengan cengiran lebar.
"Makasih Radi ganteng," lirih Sagara sambil memeluk Radi erat membuat Radi berjengit dan segera mendorong Sagara. Fyi, Radi benci skinship antar cowok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gara-Gara Sagara [SELESAI]
Romance"Kita kan sama-sama suka, masa statusnya masih yang lama?" .... Sagara itu cakep, pintar dan lucu. Tapi polos banget! Bikin para cewek jadi makin gemas sama tingkahnya. Suatu hari, Sagara bertemu dengan Fani. Gadis ambis yang (kata orang-orang) e...
![Gara-Gara Sagara [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/225608708-64-k868392.jpg)