Sagara si Penyelamat

1.9K 269 25
                                        

Bismillah..

Fani duduk sendirian di taman kampus, menunggu Sagara yang menyuruhnya menunggu di sana.

Awalnya gadis itu menolak dan ingin langsung pulang setelah bimbingan,  soalnya hari ini moodnya untuk menyelesaikan skripsi sedang bersinar terang, namun karena Sagara mengiming-imingi Fani akan dibelikan case hp bergambar Gaara, gadis itu akhirnya menurut.

Untungnya Sagara muncul tepat waktu membuat wajah Fani langsung  merekah. Namun saat melihat ada sosok lain di balik Sagara, gadis itu jadi mengerinyit.

"Hai kak," sapa Aksal ramah. Fani mengangguk kecil.

"By the way kita seumuran, gak usah panggil kakak," ucap Fani datar. Sagara menyikut Aksal, membuat pemuda itu langsung mati gaya.

"Jangan sok asyik dulu," bisik Sagara membuat Aksal langsung menunduk patuh.

"Ada apa Ga?" tanya Fani. Mendadak moodnya jadi buruk karena melihat Aksal.

Sagara melirik Aksal sejenak.

"Kita ngobrol dulu yuk?" ajak Sagara mencoba mencairkan suasana. Fani menghela napas lalu mengangguk. Aksal yang hendak duduk di sebelahnya langsung ditatap tajam oleh Fani membuat Aksal langsung menyingkir, duduk di ujung kursi panjang yang ada di taman.

Sagara sebenarnya ingin tertawa melihat tingkah Aksal yang kicep saat ada di dekat Fani. Padahal biasanya  Aksal itu paling percaya diri kalau disuruh ngobrol sama cewek. Tapi pesona Aksal sepertinya tidak mempan dengan Fani.

"Gimana skripsi lo, lancar?" tanya Sagara basa basi. Fani mengangguk.

"Lumayan, ide nya lagi lancar sih, lo gimana?" tanya Fani.

"Sama, dosbing gue moodnya lagi baik, jadi kayaknya semester depan udah official S.Ak nih," sahut Sagara lalu nyengir. Fani mencibir, tak mau kalah.

"Gue juga sih. Dosbing gue baru nikah, jadi bawaannya senyum terus," ceplos Fani. Sagara tertawa lebar. Matanya berbinar saat teringat sesuatu yang menarik untuk dibahas dengan Fani.

"Ngomong-ngomong soal nikah, abis wisuda lo ada rencana-"

"UHUK!"

Sagara mengerjap, lalu menoleh ke arah Aksal yang tersenyum manis ke arahnya. Tapi tatapannya terlihat menajam seolah berkata, "jangan keenakan ngobrol sama gebetan dong sahabatku. Aku masih di sini."

Sagara berdehem. Mencoba memfokuskan tujuan. Hampir saja tadi ia melantur kemana-mana.

"Eh iya, Fan, sebenarnya gue ngajakin lo ketemu karena sesuatu," kata Sagara berubah ke mode serius.

Fani mengangkat alis. "Apa?"

Sagara berdehem lagi, sekarang sambil melirik Aksal.

"Ini soal Aksal dan Gina."

Mata Fani melebar begitu saja. Ia jadi menoleh ke arah Aksal. Sahabat Sagara itu menundukkan wajah dalam-dalam, tidak berani menatap Fani balik.

Fani menghela napas. Sebenarnya sejak melihat Aksal yang mengikuti Sagara ia sudah tau jika tujuan Sagara mengajaknya bertemu karena ingin membahas soal Gina. Tapi Fani memutuskan untuk pura-pura polos saja. Entah kenapa semenjak Sagara mengatakan Aksal korengan, Fani jadi ragu menyerahkan adiknya pada pemuda itu.

"Hem, bukannya gue bermaksud ngelarang-larang lo ngedeketin Gina, tapi jujur, Gina itu anaknya bersih banget, jadi kalau dengan kondisi lo yang sekarang-"

Aksal yang tau kemana arah pembicaraan Fani langsung memotong.

"Enggak, enggak, soal korengan itu Sagara cuma asal ceplos aja, gue orangnya juga bersih banget kok kak," kata Aksal. Wajahnya sudah memerah menahan malu. Sedangkan Sagara yang duduk di depannya bersusah payah menahan tawa.

Gara-Gara Sagara [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang