Bismillah...
"Lo yakin itu mobilnya?"
Sagara dan Fani bersembunyi di balik salah satu mobil di parkiran. Menatap sebuah mobil merah yang berada di seberang. Gadis berhijab itu mengangguk kuat.
Setelah pembicaraan mereka di selasar hari itu, keduanya kompak menyelidiki siapa cowok yang mendekati adik Fani. Sagara yang memberi ide untuk memperhatikan mobil yang sering mengunjungi rumah Fani. Kata Sagara,
"Kalau lo hafal nomor platnya, kita bisa tau dan selidiki lebih lanjut. Ketemunya juga jadi lebih gampang. Lo juga tanya sama Gina, cowok itu kuliah dimana, biar kita bisa perkecil lokasi pencarian."
Saat Sagara mengatakan itu dengan raut serius, Fani merasa sedikit terpesona juga dengan cowok itu.
Ternyata Sagara bisa berfaedah juga, begitu pikirnya.
Setelah bertanya dengan adiknya, Fani jadi tau jika cowok yang selama ini mendekati adiknya itu juga mahasiswa di kampus mereka.
"Iya, gue yakin, gue hafal nomor platnya," ujar gadis itu mantap.
Sagara berdehem canggung. Ia mengenal mobil yang ditunjuk Fani dengan sangat baik. Bahkan mobil merah itu yang mengantarnya ke kampus hari ini.
Itu ... mobil Aksal.
Tapi gak mungkin banget kan Aksal yang mengincar adik Fani?
Oke, Sagara tau sahabatnya itu buaya. Tapi gadis berhijab lebar bukan tipe Aksal. Setidaknya itu yang selalu ada di pikiran Sagara.
"Mungkin mobil yang di sebelahnya kali Fan, kan merah juga," lirih Sagara berusaha meyakinkan Fani. Fani menggeleng.
"Enggak, bukan itu. Kan gue udah bilang, gue hafal nomor platnya, bukan warna mobilnya," kata Fani mulai kesal. Sagara memang bertindak agak aneh hari ini. Fani kira setelah ia menemukan mobil itu. Sagara akan memujinya pintar. Tapi kenapa Sagara malah terlihat kurang yakin dengan analisisnya?
Tak lama, Aksal muncul sambil bernyanyi-nyanyi riang membuat Fani yang tengah menatap mobil cowok itu mulai menggeram.
Melihat reaksi Fani yang seperti melihat mangsa membuat Sagara mendelik. Gadis itu bersiap menghadang Aksal namun sebelum sempat melangkah, tas Fani segera ditarik Sagara.
Gadis itu terpekik pelan. Oleng ke belakang. Membuat posisi mereka jadi dekat. Walau hanya tas Fani menubruk dada Sagara, tapi Fani sempat mencium wangi menenangkan dari cowok itu.
"Lo-Apa-apaan sih!"
Merasa posisi mereka lumayan aneh, Fani segera menarik diri. Lalu menghadap ke arah Sagara yang berdiri di belakangnya. Bukannya mengatakan sesuatu, Sagara malah menatap gadis itu dengan wajah polos.
"Ehm, Fan.."
"APA?" tanya Fani ngegas.
"Eng, gue lupa mau ngomong apa," lirih Sagara lalu nyengir.
Fani mendengus pelan saat melihat mobil merah yang diincarnya sudah bergerak pelan meninggalkan parkiran.
"Lo kenapa sih Ga? Kalau gak niat bantuin gue, jangan rusak rencana gue," kata gadis itu marah. Sagara menghela napas.
"Ya maaf, abis gue lihat lo tadi kayak mau ngamuk, gak baik tau," kata Sagara malah mengalihkan ke masalah lain.
Fani menghela napas gusar.
"Jangan asal narik-narik dong, kan gue kaget," kata Fani memperbaiki letak tasnya.
Sagara mengerjap saat melihat pipi gadis itu sedikit memerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gara-Gara Sagara [SELESAI]
Romance"Kita kan sama-sama suka, masa statusnya masih yang lama?" .... Sagara itu cakep, pintar dan lucu. Tapi polos banget! Bikin para cewek jadi makin gemas sama tingkahnya. Suatu hari, Sagara bertemu dengan Fani. Gadis ambis yang (kata orang-orang) e...
![Gara-Gara Sagara [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/225608708-64-k868392.jpg)