Don't Fall In Love

2.3K 311 32
                                        

Bismillah..

Hari ini rombongan kemah jurusan akutansi balik ke kampus, membuat Sagara menghela napas lega karena hari-hari melelahkannya telah berlalu.

Meski Sagara senang dengan kegiatan mereka saat kemah dan yakin akan merindukan masa-masa itu, Sagara tetap saja lebih suka tidur di rumahnya daripada tidur di tenda yang atapnya suka bocor karena hujan.

"Huwa ... bakalan kangen sama kaliaan," kata Sindy lalu memeluk teman-teman cewek di gugusnya satu persatu. Sagara tertawa saat melihat gadis itu sudah menangis di pelukan Rachel.

"Cengeng banget, kalau udah balik jangan lupain saran gue ya," kata Sagara pada Sindy. Gadis itu mendenguskan hidung.

"Lo pengen banget kayaknya gue putus, jangan-jangan lo naksir gue," kata Sindy kepedean namun berhasil membuat yang lain meledek mereka berdua.

"Gue kalau naksir milih-milih kali Sin," kata Sagara dengan nada sombong. Sindy mendecih.

"Iya deh iyaa ... aku mah apa atuh dibanding Alesha," celetuk Sindy.

Sagara menghela napas saat masalah itu dibahas Sindy lagi. Di malam api unggun itu, Sindy berkenalan dengan Alesha. Sahabat Sagara itu tak sengaja bertemu Fani saat hendak balik ke tendanya, membuat mereka berdua langsung heboh karena sudah lama tak bertemu.

Kebetulan, karena Sindy sedang bersama Fani, jadi Fani mengenalkan Alesha pada Sindy. Singkat cerita Sindy jadi tau sahabat masa kecil yang ditaksir Sagara adalah Alesha.

"Oh, Alesha yang gugus 16 ya?" tanya Rachel ikut masuk ke pembicaraan. Membuat Sagara memutar bola mata.
"Iya! Iya! Lo kenal?" tanya Sindy heboh. Rachel menggeleng.

"Enggak, tapi gue tau orangnya yang mana, soalnya anak cowok di kelas gue suka ngestalk dia," kata Rachel.

Sindy menggeleng takjub.

"Emang cantik banget sih orangnya makanya yang fans sama dia banyak banget," kata Sindy kagum.

Silvi yang sedang memasukkan sampah ke dalam plastik hitam besar jadi ikut berceletuk.

"Alesha dibanding kita mah kayak putri kerajaan sama rakyat jelata, jauuuuh banget," kata Silvi yang langsung membuat semua anak gugus mereka tertawa kompak.

"Iya, selera Sagara tinggi ya, untung gue gak naksir Sagara," kata Rachel.

Sagara mencibir. Lagipula ia yang paling tau, kelakuan Alesha tak ada mirip-miripnya dengan putri kerajaan.

"Fan, kok lo diam aja?"

Suara Randi membuat Sagara otomatis menoleh ke arah Fani yang terlihat sibuk memungut sampah agak jauh darinya. Fani terlihat kikuk di sebelah Randi.

"Oh enggak kenapa-kenapa, gue terlalu fokus ngambil sampah kayaknya," kata Fani lalu tersenyum tipis.

"Sini gue bantuin, lo bawa plastiknya aja," kata Randi. Fani mengangguk patuh lalu mulai mengikuti Randi untuk mengumpulkan sampah di sekeliling tenda mereka.

Sagara mengerutkan kening. Kenapa Fani terlihat tak bersemangat? Apakah gadis itu terlalu sedih karena acara kemah mereka sebentar lagi berakhir?

🍉🍉🍉

"Fan, gue sama lo ya?" kata Sagara saat melihat Fani duduk sendirian di dalam bus.

Fani mengangguk saja, menolak untuk menatap Sagara yang berdiri di sebelah kursinya dengan wajah ceria. Sagara menghela napas.

"Lo kenapa? Marah?" tanya Sagara, mulai merasa aneh dengan tingkah Fani.

Pasalnya Fani bukan kali ini saja bersikap cuek dengan Sagara. Tadi saat mereka menunggu bus datang, gadis itu bahkan terang-terangan berdiri menjauhi Sagara saat cowok itu duduk di sebelahnya.

Gara-Gara Sagara [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang