Gigi mengetuk-ngetuk ponselnya.
Grup chat kelasnya sedang ramai. Pembicaraan dimonopoli oleh Ciko yang entah kenapa hari ini bertindak sebagai pakar astrologi dan menebak-nebak tipe pacar yang cocok untuk anak-anak berdasarkan zodiak mereka. Karena tadi jalan bareng Rene, Gigi belum sempat memberitahu Ciko soal proyek terbarunya. Dia juga masih merahasiakan statusnya sebagai cupid dari Rene.
Gigi membuka chat dengan Rene. Cowok belum membalas chat-nya.
Mungkin dia sibuk, pikir Gigi sambil menghibur dirinya sendiri.
Lulu sedang ikut menemani Nana yang pergi membantu seorang ibu-ibu melahirkan di gang belakang. Amore check-up lagi sama Rafa, si dokter khayangan. Gigi berbalik di kasur. Tatapannya jatuh pada fotonya dan Mama di atas meja belajar.
Gigi sudah mengonfirmasi proyek terbarunya ini dengan Amore. Yang dimaksud Bosque dengan Anisa betulan mamanya.
Siapa Farhan?
Selama lima tahun belakangan ini, di rumah mereka hanya ada Gigi, Gogo kakaknya, dan Mama. Kakaknya berangkat untuk kuliah ke Bandung dua tahun yang lalu. Sewaktu Gigi kelas lima, ayahnya meninggal karena kanker. Dan sejak saat itu Mamanya sendiri. Beliau belum memutuskan untuk menikah lagi.
Tapi tentu saja lima tahun adalah waktu yang lama. Meski belakangan Mamanya sudah tak pernah menangis lagi, Gigi tahu bahwa hidup ibunya tidak mudah. Beliau berjuang membesarkan dua anaknya dengan membuka usaha katering. Untung saja katering Mama Gigi nggak pernah sepi pelanggan, karena butuh uang banyak untuk membiayai sekolah Gigi dan kuliah Gogo.
Dan ini adalah proyek terakhirnya sebagai cupid. Gigi harus berhasil! Apalagi karena proyek ini melibatkan ibunya, dan sudah pasti bakal berdampak pada dirinya. Gigi nggak mau ada yang kacau.
Gigi mengingat-ingat. Selama ini Mama belum pernah menyebut-nyebut soal pria lain. Dia memutuskan untuk turun ke bawah dan bertanya langsung pada ibunya.
Mama Gigi ada di dapur, sedang menyiapkan bumbu. Ada pesanan katering lagi dari sebuah bank hari Sabtu besok. Wanita itu menoleh ketika Gigi masuk.
"Gi, kamu minum obat kurus ya? Berat kamu turun jauh, lho."
"Enggak, Ma. Gigi olahraga," Gigi mengaku. Tak ada gunanya berbohong pada Mama, naluri emak-emak yang setajam silet selalu berhasil menyingkap dusta. "Tiap pagi pas Mama masih tidur. Makanya berat badan Gigi turun."
"Wah, kenapa kamu nggak nge-gym aja?"
"Gym mahal."
"Oh, ya udah. Asal jangan sampai sakit aja, ya..."
Gigi mengiyakan. Dia senang karena ibunya adalah tipe orang tua yang nggak terlalu menggerecoki urusan anaknya. Gigi duduk di dekat meja makan dan mengambil bawang putih untuk dikupas. "Ma, Gigi mau tanya sesuatu..."
"Apa tuh, Gi?"
"Mama nggak mau menikah lagi, apa?"
Suara pisau yang berdetak di atas talenan terhenti. Anisa berbalik dan menatap putrinya. "Kenapa kamu tiba-tiba nanya begitu, Gi?"
"Penasaran aja," kata Gigi jujur. "Papa kan udah pergi lima tahun yang lalu. Mama masih muda. Mama masih bisa menikah lagi."
Anisa tertawa. Dia menggeleng-geleng geli. "Kamu mau punya papa baru?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MENDADAK CUPID! [TAMAT]
RomanceSewaktu Gigi menyelamatkan seekor merpati yang sayapnya patah, dia nggak menyangka bahwa merpati itu bakal berubah menjadi seorang cowok songong bernama Amore, yang mengaku-ngaku sebagai cupid alias si malaikat cinta! Amore butuh 30 hari agar lukany...
![MENDADAK CUPID! [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/224508527-64-k851299.jpg)