Karena tidak punya rencana, Gigi memutuskan untuk menuruti saran Amore.
Gigi sendiri kaget karena baru menyadari hal itu. Padahal selama ini dia menulis cerita-cerita pendek dan puisi di diary-nya. Kenapa justru aku nggak kepikiran buat mengungkapkan cinta lewat kata-kata?
Lulu menyarankan puisi berbahasa Inggris biar lebih romantis. Dan lagi-lagi, Google selalu membantu. Dari hasi Googling, Gigi memilih sebuah puisi berjudul "How Do I Love Thee?" (Bagaimana aku mencintaimu?) karya Elizabeth Barret Browning. Gigi menyuruh Lulu menyalin puisi itu di selembar kertas. Lulu menggerutu karena sebal diganggu pas lagi nonton drama Korea (padahal itu kan memang tugasnya dia sebagai asisten).
Gigi juga mengambil sekotak cokelat (dia memang nyetok banyak buat persiapan menembak Rene berkali-kali), menyisipkan puisi itu di dalamnya, lalu membungkusnya dengan kertas kado warna pink dengan motif mawar. Tak lupa juga, dia mengikat kado itu dengan pita warna putih yang ujung-ujungnya dibikin kriting pakai gunting. Gigi memang ahli kalau urusan bikin pernak-pernik. Ciko pernah bilang, selain makan Gigi juga bakat di bidang kerajinan tangan.
Jadi sesampainya di sekolah pagi itu, Gigi mendatangi Ciko yang kebetulan sedang piket.
Pas sekali karena ternyata Ciko juga mencarinya. "Gimana Gi?"
Gigi memamerkan sebuah kantong kertas kecil. Si bingkisan ada di dalamnya. "Udah siap, nih. Yuk kita masuk ke ruang guru."
Sambil menenteng sapu dan pengki, mereka berdua mendatangi ruang guru. Ruangan itu masih sepi. Sebenarnya nggak sepi-sepi amat, sih. Ada beberapa roh halus yang lagi ngobrol di sudut ruangan, tapi Gigi dan Ciko nggak bisa melihatnya. Dan karena ini bukan cerita horor, jadi nggak usah dibahas lagi, oke?
Gigi mengendap-endap ke mejanya Pak Eka. "Taruh di sini aja kali ya?"
Ciko mengendus-endus bingkisan itu. "Kok ini bau parfum emak-emak?"
"Iya, gue semprot parfum emak gue," kata Gigi sambil tersipu-sipu. "Soalnya gue cuma punya cologne. Kan kalo di serial Korea, kado itu harus wangi gitu, Ko."
"Tapi kan Bu Olin bau ketek, bukan wangi parfum?"
"Ya terus masa gue harus semprot pakai parfum aroma ketek? Memangnya ada?" protes Gigi. Dia merampas tas kertas itu dan menaruhnya di atas meja kerja Pak Eka. "Udah ah, taruh aja!"
Tiba-tiba Bu Sri, guru Matematika yang terkenal galak masuk ke ruangan itu. Dia memicing curiga pada Ciko dan Gigi.
"Kalian berdua ngapain di sini?"
"Kami piket, bu," jawab Ciko. "Ini baru mau nyapu..."
"Terus kalo kalian piket kenapa harus ada di sini?"
"Ya kan petugas piket harus bersih-bersih seluruh sekolah, bu," kata Gigi. Hampir ditambahkannya, Kok ibu nggak tau? Waktu sekolah memangnya ibu nggak pernah piket? Tapi sebelum dimarahi karena nyolot, dia dan Ciko cepat-cepat keluar dari ruangan itu.
Sebelum pergi, Gigi mengerling sekilas ke bingkisan itu. Dia berdoa semoga usahanya ini berhasil.
...
Menjelang siang, Gigi cemas memikirkan kabar bingkisan itu. Apa Pak Eka udah membukanya? Dia ingin tahu bagaimana reaksi Pak Eka dan apa yang terjadi pada Bu Olin. Saking cemasnya, Gigi bahkan sampai nggak memperhatikan Rene yang membagikan buku cetak untuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MENDADAK CUPID! [TAMAT]
RomantiekSewaktu Gigi menyelamatkan seekor merpati yang sayapnya patah, dia nggak menyangka bahwa merpati itu bakal berubah menjadi seorang cowok songong bernama Amore, yang mengaku-ngaku sebagai cupid alias si malaikat cinta! Amore butuh 30 hari agar lukany...
![MENDADAK CUPID! [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/224508527-64-k851299.jpg)