Chapter 15: Gulf

1K 119 11
                                        

Saat aku tersadar dari pingsanku, Mew sudah duduk disampingku lalu bangkit berdiri memelukku pada saat aku mengatakan kalo aku tidak apa-apa. Aku bisa merasakan detak jantungnya & aku mengeratkan pelukanku pada pinggangnya seperti aku takut untuk kehilangan dia. Walaupun kenyataannya begitu.
Tak berapa lama maid datang membawakan makan siang untukku & aku memakannya sambil disuapi Mew, lalu dia menyuruhku istirahat. Sebelum pergi dia mencium keningku. Sudah kebiasaan bagiku sebelum tidur aku baca berita di hp & betapa terkejutnya aku ketika melihat di berita kalo Thana diperiksa pihak kehakiman dengan tuduhan obat terlarang & perebutan wilayah dengan kekerasan. Dalam pikiranku apakah Mew sudah tahu hal ini?? Saat aku mau bangun untuk mencarinya, mendadak kepalaku sangat pusing kemudian aku putuskan untuk tidur & setelah bangun nanti aku baru akan menanyai Mew.

Sorenya aku terbangun karena mendengar suara ribut-ribut diluar. Aku pun bangun untuk melihat dari balkon yang terhubung ke taman. Ternyata Mew & Kon sedang mempraktekkan tinju mereka. Lalu Mew melambaikan tangan keatas & itu dimanfaatkan oleh Kon untuk meninju dagu Mew. Aku hanya bisa menahan tawa. Maid kemudian masuk membawakan 1 teko teh panas & aku katakan akan meminumnya di taman. Aku duduk di taman memperhatikan mereka, sampai pada waktunya untuk makan malam. Mew mengatakan kalo dia akan mandi sebentar, baru akan gabung untuk makan malam. Tinggal aku & Kon di taman. Kon bercerita padaku kalo sebenarnya dia dulunya adalah seorang jaksa. Dia sempat dibayar oleh Thana untuk memata-matai Mew selama 2 tahun. Kemudian dia menyadari kalo Mew tidak seperti yang dikatakan Thana, maka dia pun mengundurkan diri dari kejaksaan & memilih mengikuti Mew. Kon pun jujur pada Mew tentang semua itu. Terserah apa yang mau dilakukan Mew padanya. Ternyata Mew tidak melakukan apa-apa padanya, malah Mew menerimanya dengan tangan terbuka & menempatkannya sebagai tangan kanan nya. Kon bertanya pada Mew apa dia tidak takut kalo seandainya dihianati lagi? Mew menjawab berarti itu hari kesialan untuknya. Aku tertawa mendengar penuturan Mew.

Mew yang sudah keluar dari kamar mandi bergabung dengan kami & meminta maid untuk membawa makan malam kami ke taman. Mew berkata kalo malam ini dia mau makan di alam terbuka. Jujur saja kalo aku merasa mood Mew dalam keadaan baik. Begitu juga dengan Kon. Tidak ada lagi ketegangan di waktu makan malam. Selesai makan malam Mew membawaku ke taman belakang untuk bersantai melihat bulan. "The moon is beautiful, isn't it?" Mendadak Mew mengucapkan kata kiasan yang sama sekali tidak kumengerti sambil menciumku. Aku kaget & terpana. Mew lalu membawaku ke kamar untuk istirahat karena mendadak aku keluar keringat dingin & kepalaku pusing. Kemudian aku teringat tentang Thana yang diburu pihak kejaksaan & aku pun bertanya padanya. Mew mengatakan kalo dia sudah pernah berjanji padaku akan membersihkan namaku. Maka sekarang inilah saatnya. Aku tidak tahu harus bagaimana berterima kasih pada Mew. Yang bisa kulakukan hanya memeluknya sambil menangis.
Paginya Mew membangunkanku dengan ciuman yang mendarat ke seluruh wajahku. Aku yang kegelian hanya ketawa. Lalu Mew menyuruhku untuk bersiap untuk pergi memancing. Setelah itu dia akan membawaku ke kota untuk jalan-jalan. Aku sangat bersemangat sekali & beranjak ke kamar mandi, kemudian mendadak jantungku mulai tidak bisa diajak kompromi. Aku pun tidak memperdulikan nya & berpikir kemungkinan aku terlalu senang. Selesai bersiap, aku turun ke bawah sarapan & kemudian ikut Mew memancing di danau. Tenang sekali & kadang saking tenangnya aku tertidur. Bangunnya aku sudah ada di mobil Mew yang sedang dalam perjalanan ke kota.

Mafia & AttorneyWhere stories live. Discover now