Mature Themes 21+
Setelah Jasmine pergi, Gerald langsung memeluk Nayla.
"Apakah sakit ? Maafkan aku." Gerald mengelus pipi Nayla yang tadi di tampar oleh Jasmine dengan keras.
Selama ini Gerald selalu saja di hina, di rendahkan, dan di anggap benalu oleh keluarga itu, andai saja dia tidak harus berurusan dengan keluarga sialan itu, andai saja Papa nya tidak menyeret dia dan membuatnya menderita seperti ini. Gerald juga ingin bahagia, bahagia bersama Nayla.
"Kau tidak apa-apa Nay ?" Tanya Gerald lagi. Nayla mengangguk, dia masih belum mau bicara.
"Aku keluar sebentar, kau tunggulah disini, sebentar saja, aku harus bicara dengan wanita itu." Ucap Gerald, Nayla mengangguk.
Gerald keluar dan menelepon Jasmine, mereka bertemu di depan hotel.
"Apa mau mu ?" Tanya Gerald.
"Aku mau kau pecat dia."
"Tidak, dia tidak bersalah."
"Jangan bercanda, tidak bersalah katamu, kamu itu selingkuh dengan dia, kamu tidak sadar apa kamu bisa membuat malu nama keluarga ku, nama perusahaan, intinya pecat dia, aku tidak mau lagi melihat dia berada di perusahaan Papa ku."
"Aku selingkuh ? Lantas kau apa ? Sadar diri Jasmine, kau bahkan lebih hina."
"Itu urusan ku, aku adalah anak dari pemiliki perusahaan, dan setiap kelakuan ku juga selalu di pantau oleh Papa ku, sedangkan dirimu ? Kau yakin Papa ku tahu tentang kelakuan kamu ini, ingat kau itu sudah menikah bodoh."
"Menikah kau bilang ? Ingat Kita hanya menikah kontrak, dan jangan ikut campur dengan urusan pribadi ku Jasmine, kau sendiri selalu tidur dengan pria lain dan aku juga tidak pernah ikut campur urusan mu."
"Karena memang kau tidak memiliki kekuasaan hingga harus ikut campur dengan urusan ku, tapi berbeda dengan ku yang memiliki semua kekuasaan atas dirimu, kau itu mainan ku, aku berhak melakukan apapun terhadap mu, aku memiliki uang, kekuasan, dan kehendak ku pasti selalu terjadi, seharusnya kau sadar posisi mu, tapi kenapa kau malah membuat ulah,dasar tidak tahu malu. Aku penasaran saja bagaimana tampang wajah Papa mu jika sampai Papa ku tahu, pastinya akan berdampak buruk untuk kamu terlebih lagi untuk Papa mu itu."
"Jangan bawa-bawa Papa ku dalam masalah kita. Lagipula Papa mu tidak perlu tahu urusan pribadi ku, urusan kita. Biar kita saja yang menyelesaikan nya."
"Kenapa ? Kau takut ya kalau nanti kau di usir dan Papa mu di jebloskan ke penjara, karena ulah mu ?"
"Bisakah kau tidak bicara kasar Jasmine."
"Aku hanya bicara jujur, itulah yang akan terjadi nanti nya jika sampai Papa ku tahu dan dia tidak mau memaafkan mu."
"Aku mohon padamu Jasmine, jangan bertindak bodoh seperti anak-anak, kita sudah sama-sama dewasa, jangan menghancuran hidup orang lain, selama ini aku tidak pernah menganggumu."
"Kau bersama dengan wanita itu berarti kau telah menganggu ku Gerald."
"Kenapa aku sampai menganggu mu, bukankah selama ini kau tidak perduli."
"Aku mungkin terlihat tidak perduli, tapi aku tahu semua yang kau lakukan di belakang ku selama ini, kau tidak pernah bermain dengan wanita, makanya aku juga tidak pernah mengusik mu, tapi kalau kau sudah main wanita tentu saja aku akan mengusikmu."
"Kau ini sangat aneh, apa yang kau bicarakan tidak masuk akal Jasmine ?"
"Aneh, aku hanya tidak mau kau dimiliki siapapun, kau itu mainan ku."
"Aku bukan milik siapapun, dan aku bukan mainan mu."
"Kau milik keluarga Kurniawan, dan selama nya akan seperti itu, sampai kau bisa melunasi hutang mu yang banyak, ya walaupun aku tahu kau dan Papa mu itu tidak akan pernah bisa melunasi nya, jadi lebih baik kau tidak usah membuat ulah, berprilakulah yang baik dan seperti biasa, kerja, ke hotel, dan mabuk-mabukan, tanpa wanita. Maka kau dan hidup Papa mu akan terjamin, apa kau mengerti suami ku sayang."
"Kau sangat menjijikan." Ucap Gerald lalu dia meninggalkan wanita itu yang hanya tertawa mengerikan.
***
Gerald kembali ke dalam dan masuk ke kamar untuk menemui Nayla. Gerald langsung mengajak Nayla pergi dari hotel itu, dan langsung naik mobil untuk pergi ke sembarang tempat, setelah menemukan sebuah taman, mereka duduk disana, mereka hanya diam sesaat tanpa ada perkataan yang yang keluar.
"Aku selama ini tidak pernah menanggapi nya, dia sangat labil dan suka meledak-ledak, tapi yang jelas aku sudah tahu apa yang terjadi nantinya, maafkan aku membawa mu ke kekacauan ini Nayla, tidak seharusnya dia menyentuh mu dan menampar mu." Ucap Gerald merasa begitu menyesal.
"Aku tidak apa-apa Gerald, dia berhak menampar ku, dia Istri mu, walau bagaimanapun dia Istri mu, dan aku hanya Sekretaris yang tidak tahu masuk dan menganggu pernikahan kalian. Akulah penyebab nya kekacauan ini, aku sangka aku bisa menerima semua nya, tapi jika mereka menyakiti mu dan Papa mu, sungguh aku akan sangat menyesal Gerald."
"Hei sayang, tidak mereka tidak akan pernah menyentuh ku ataupun menyakiti Papa ku, aku bisa mengurus nya. Kau tenang saja, dan jangan berfikir apa-apa oke."
"Sekarang yang harus kita pikirkan jelas nantinya Jasmine tidak akan melepaskan mu, dia akan menjadikan mu target nya, dan kau mungkin bisa kehilangan pekerjaan mu, aku tidak bisa berbuat apa-apa tentang itu, benar aku adalah Direktur tapi tetap saja perusahaan dan kekuasaan mereka lah yang memegang kendali kuat atas semua keputusan."
"Gerald kau tenang saja, Aku tidak pernah takut kehilangan apapun Gerald, apalagi pekerjaan, kau tahu aku pintar dalam mencari pekerjaan, lagipula aku bisa membuka usaha, aku tidak takut tentang itu, dan kau tidak perlu khawatir oke."
"Tetap saja kau akan susah mencari pekerjaan di luar sana, apalagi menyangkut pekerjaan yang sama, kau tahu Asosiasi Sekretaris akan segera tahu tentang pemecatan dan masalah yang terjadi."
"Gerald sudah jangan membahas tentang itu lagi, sudah ku katakan aku tidak takut dengan pekerjaan, aku lebih takut tidak bisa bertemu dengan mu, mengurus mu di kantor, dan membuatkan mu kopi sayang."
"Oh Nayla, aku pastinya yang akan merasa sangat kehilangan jika kau tidak ada, aku akan berusaha untuk bicara dengan Papa Jasmine nanti setelah pulang."
"Tidak, tidak usah, aku tidak mau masalah mu bertambah parah, lindungi saja jabatan dan Papa mu, itu lebih penting."
"Kau terlalu banyak kehilangan semenjak mengenal diriku Nayla, aku merasa sangat bersalah."
"Jangan berkata seperti itu Gerald, ingat sudah aku katakan dari awal, aku tahu resiko nya dan aku akan rela menjalani nya, kau tenang saja."
"Aku sangat mencintaimu Nayla, apapun yang terjadi aku akan mempertahankan mu."
"Aku juga mencintaimu Gerald."
Dan kemudian dia pergi dari tempat itu, mampir ke Restauran dulu untuk makan dan kembali lagi ke Hotel, mereka juga hanya mengepak barang-barang mereka, selanjutnya mereka memilih untuk pindah Hotel dan menghindari Jasmine sebisa mungkin sampai akhirnya mereka akan pulang ke Indonesia.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Affair [END]
RomanceAntonio Geraldi, Pria beristri yang sangat tekun bekerja dan sangat mencintai istrinya. Memiliki keluarga harmonis meskipun belum mempunyai anak. Itulah yang orang lain lihat dari dirinya. Tapi kenyataannya sangat bertolak belakang. Gerald itulah pa...
![Love Affair [END]](https://img.wattpad.com/cover/209401042-64-k73831.jpg)