nineteen

613 29 1
                                        

Semua peralatan rumah sakit menempel pada tubuh telanjang yang membiru,mulai dari wajah sampai perut berotot nya, dokter pun sempat kewalahan dengan yang dialami oleh laki laki yang terbaring lemah itu.sudah berapa kali dokter menyuntikan obat obat melalui suntikan supaya laki laki itu tidak merasakan sakit yang begitu menderita.

Mata nya terus meneteskan air matanya,diwaktu bersamaan ia ditinggalkan oleh kedua orang tuanya yang syok mendengar kabar anaknya,jantung ya penyakit jantung yang dialami ayah dan ibunya membuat ia kehilangan nyawa keduanya,didunia ini ia sekarang berdua dengan adik bungsunya.

Adik satu satunya yang berada di Amrik bersama nenek tersayang nya itu,membuat ia tak yakin untuk memberi tahu semua ini.

Percayalah ia lemah.

Ia sakit.

Ia sedih.

Ia menyesal.

Disaat bersamaan kata kata itu terus saja menghantui otaknya.

Walau tubuhnya sudah mulai membaik tapi hatinya sangat sakit mendengar kedua orang tuanya.

"Reza tolong ikhlaskan orang tuamu, percayalah kepadaku ia akan bahagia jika mendengar kamu mengikhlaskannya"bujuk dokter lembut,reza masih diam dengan tangisnya yang semakin deras dan hatinya begitu sakit.

"Reza kamu itu butuh istirahat, setelah operasi beberapa jam yang lalu"bujuk nya lagi,dokter berusaha menenangkan Reza dengan mengalihkan ucapannya demi kesehatannya.

Reza masih diam.

Ia tidak yakin lagi dengan hidupnya seorang diri.

Diindonesia ini hanya ia dan orang tuanya saja bertetap dinegara tetangga ini.

Karna waktu kelas 8 SMP,ia diajak pindah ke negara ini,dan menetap disini,dan ternyata orang tuanya lebih dulu meninggalkan dunia selamanya,dan tentunya meninggalkan ia seorang.

Ya walaupun meski ada adik perempuannya.ia tetap akan kesepian.

"Reza mereka sudah di makamkan dengan lancar"ucap dokter mengelus rambut rapih Reza dengan sayang,sesekali dokter cantik itu menyeka air mata Reza dengan tangan putih mulusnya.

"Dok apakah dia akan bahagia?"ucap Reza pilu, dokter itu tersenyum lalu duduk di kursi disamping ranjang besi rumah sakit tentunya.

"Pasti!! Karna bahagia kamu bahagia mereka"yakin dokter,Reza menatap mata dokter cantik itu,dokter yang seumuran dengannya ini mempunyai banyak ahli sehingga ia tidak belajar seperti remaja remaja lain.

Mungkin kalian tidak percaya pada dokter ini,dokter ini bahkan tidak menginjak kelas kelas,karna ia sangat pintar,sehingga ia bisa langsung bekerja saja,dan begitu sempitnya dunia ia berkerja di rumah sakit ayahnya sendiri.

"Sekarang kamu harus temui teman teman kamu yang sudah menunggu, karna dari tadi siang mereka sudah menunggu kamu siuman,saking lamanya kamu"goda dokter itu,dokter itu melepaskan tangannya yang sedari tadi mengusap rambut rapih Reza,ia berniat melangkahkan kakinya tetapi Reza menahan tangan dokter itu.

Ntahlah!!

"Ada apa??"tanya dokter itu,Reza menggelengkan kepalanya,dokter hanya mengangguk saja.setelah itu ia meninggalkan Reza yang kecewa dengan perginya dokter itu.

Perlahan suara pintu rawat Reza terbuka lebar,memandang kan 2 pasang keekasih yang saling mesra itu.

Mereka mulai masuk antusiasi melihat Reza yang sudah mulai siuman,ya walaupun tubuhnya masih terbaring lemas.

Buluk? Bodo AmatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang