twenty-five

295 19 6
                                        

Kembali kerutinitas hari senin,tapi sekarang berbeda,dimana semua kelas ramai dengan teriakan,gosipan lah, apalagi dengan ibu ibu arisan,dengan apa yang dibicarakan kini mulai menjadi bahan permasalahan,kalian masih ingat dengan Tomy?

Yap musuh bebuyutan raffa,kini menjadi bahan gosipan, karna apa?

Pasti kalian bertanya bukan?

Huh ini akan terasa merumitkan hidup,mau tau?

"Wohh gila, padahal kan satu semester lagi lulus lulus tuh, tapi kenapa dia malah lari dan lompat kesini!!"heboh siti seperti ibu ibu arisan, mereka sedang berbincang santai santai.

Ricis yang sadari tadi duduk menunggu sulbbi tidak tau arahan pembicaraan mereka pada titik mana, pasalnya tau kan jika ricis itu seperti sulbbi?

LEMOT!!

Gadis lugu itu sedang membaca buku novel yang semalam dipinjamkan oleh sulbbi,setelah mengganti pakaian nya ia tak tau sulbbi sampai ke sekolah kapan, bahkan bel sadari tadi sudah mulai, karna hari ini free jadilah bebas jika semua siswa akan malas malasan datang ke sekolah, karna setiap hari Senin pada Minggu kesatu, akan ada setiap pertandingan berbagai macan disekolah ini, jadi tak aneh toh ibu ibu seperti si Siti bergosip ria.

"Gila sih, tapi gak papa lah kan bisa cuci mata selain geng kak raffa sama kak febian yang unyu unyu itu!!"kali ini bukan lagi diam,bahkan jadi membawa nama..

"Parah Lo, padahal taukan kak Febian itu susah membuka hati pada wanita, mau cantik, mau jelek, tetap saja ia tak akan tertarik"nahkan mereka sudah beralih pada Febian, tadikan tertarik untuk mendengar yang mereka gosipkan,sampai sampai ia menajamkan telinganya, tapi sekarang malah beralih pada manusia yang ricis benci dengan adanya.

"Jangan bilang jika kak Febian homo!!"seru mereka bersamaan, membuat ricis melotot.ia tak tau hatinya kenapa saat Siti teman sekelasnya berbicara yang mungkin mereka tak tau, ricis membalikan tubuhnya menghadap Siti yang masih setia bergosip.

"Woyy Siti, sinting Lo ngatain kak Febian homo?! Emang lo tau kehidupan dia seperti apa?! Emang lo tau kalau dia gak suka wanita?! Jangan asal berucap ,karna perkataan tidak akan membuktikan itu fakta, buktilah yang menjadi pertahanan kita menjadi runtuh, karna semua manusia mempunyai keinginan sendiri dan privasi sendiri!!"ntah dari mana ricis bisa membela Febian,tidak tau angin dari selat mana, ricis seperti tak sadar dengan ucapannya yang bertele tele seperti tadi.

"Sebenernya gue juga gak bermaksud si cis, tapi Lo juga tau kan kalau dia.."

"Homo?! Kalian boleh saja menilai orang dari seginya, tapi jangan lupakan jika matimatika saja mempunyai rumus yang harus punya jawaban!!"potong ricis,benar benar di luar dugaan, jika saja raffa dan sulbbi telat beberapa menit, maka tidak akan pernah mendengar ucapan terasa tulus itu dari mulut ricis sendiri.

Murni!!

"Loh kok Lo secara logis jadi aneh ya, tadi gue gosipin orang lain Lo biasa aja tapi setelah mendengar gue gosipin kak febian, kok Lo jadi sewot?!"ujar Siti

Skak!!. Benar juga apa kata siti, ricis malu sendiri sampai ia kembali duduk dan pura pura membaca novel yang sempat ia tinggal,tapi dalam hatinya ia sangat bingun dan bertanya tanya,ada apa dengan dirinya?

"Selamat melewati hari hari sayang!!"ucap seseorang membuat ricis mendongak, seketika ia kaget dengan adanya sulbbi dan raffa di depan pintu,apa mereka mendengar pembelaan terhadap Febian?!

Wah malu sekali jika iya.

"Jaga diri kamu ya,nanti kalo aku ada waktu!! Aku jemput kamu kesini lagi okey?!"ucap Raffa,sulbbi terlihat mengangguk dan tersenyum,sebelum raffa meninggalkan sulbbi ia sempat mengacak rambut sulbbi dan mencium kening sulbbi singkat.

Buluk? Bodo AmatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang