23)Peringatan dini

56 30 21
                                        

"Tai lo! Reyhan!" Ia mendorong tubuh reyhan hingga sang empunya meringis di bawah.

"Lo kdrt ini. Orang ganteng di dorong sampe nyungsep kaya gini!" Gerutu reyhan.

"Suruh siapa lo ngagetin kaya gitu?!" Sungut abigail.

"Ngagetin apaan dah?" Ujar reyhan tak terima.

"Biasanya juga lo teriak-teriak. Tadi gue bukain pintu lo ga ada, terus tiba-tiba ada yang narik gue. Gimana ga kaget hah?!"

Reyhan menutup telinganya. Bisa-bisa sampai rumah nanti telinganya sudah memerah akibat ulah abigail.

"Tenang tenang. Tarik nafas, Awas mati." Ujar reyhan.

"Apa?! lo doain gue mati rey?! SANA BALIK LO JANGAN KESINI!" Abigail sudah mencak mencak sendiri.

Abigail mendorong reyhan agar pergi dari rumahnya. Ia sudah kesal setengah mati dengan reyhan tadi. Sumpah, ia terkejut bukan main.

"Tunggu. lo pms ya?!" Selidik reyhan.

"Iya! kenapa?!" Ujar abigail lantang.

Nahkan udah tranformasi jadi singa batin reyhan.

"Lo mau coklat? gue beliin deh." Ujar reyhan.

"Gak mempan ya!"

"Yah, terus apaan dong?" Reyhan pasrah jika abigail sudah dalam mode pms seperti ini. Bisa berabe urusannya jika ia bertengkar dengan singa.

"Beliin gue roti jepang aja sama pecel lele!" Abigail masih saja ngegas..

"Iya iya gue beliin. Dih padahal gue mau beristirahat di rumah lo. malah gini." Ujar reyhan kecewa.

"Oh gamau? Yaudah tadi gausah nawarin harusnya." Abigail mendelik tak suka.

"E-eh gak gitu. Maksud gueー" Ucapan reyhan terpotong karena abigail sudah meniggalkannya masuk ke rumah.

Reyhan pun mengejar abigail ke dalam. Menarik tangan abigail.

"Iya iya ngga. Maaf salah." Reyhan sudah tertunduk menyesal. Siapapun yang melihatnya pasti ingin membawa reyhan pulang.

"Yaudah sana beliin!" Abigail sudah bersedekap dengan tangan di depannya.

"Iya." Reyhan pun beranjak pergi dari rumah abigail. Namun tertahan lalu berbalik.

"Gail? roti jepang itu yang kaya gimana? Ada rasanya kan? Keju?Coklat?" Astaga reyhan...

Abigail memelototkan matanya mendengar pertanyaan reyhan. Yang benar saja? sedari tadi ia tidak tahu apa itu roti jepang?

"Astaga rey, gue kira lo tahu!"

"Nggak. Emang apaan sih?" Tanya reyhan lugu.

"Pembalut." Ujar abigail santai.

Kini giliran reyhan yang memelototkan matanya. Ia akan membeli pembalut? apa kata orang nanti seorang reyhan membeli keperluan wanita seperti itu.

"Ohh lo gamau? yaudah sana balik." Ujar abigail lalu berbalik ke dalam kembali.

"Oke fine! Tapi jangan ngambek lagi." Pinta reyhan.

Mata abigail berbinar lalu tersenyum.
"Iya iya. Sana." Abigail pun mendorong reyhan menuju motornya. Lalu reyhan pun pergi.

"Emang enak gue kerjain." Ujar abigail licik.

Sebenarnya ia bisa membelinya sendiri tanpa bantuan reyhan. Tapi abigail sedang dalam mode mager jadi tiba-tiba ide terlintas di pikiran abigail untuk mengerjai reyhan sekalian minta tolong sih.

Gailan StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang