Senyuman
Kenapa kamu ragu-ragu?
Bukankah itu yang kamu mau?
Kamu ingin menangis, menangislah
Apa yang kamu takutkan?
Bukankah itu juga yang kamu mau?
•••
Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru - Riau
Lusa pun menghampiri mereka yang hendak melakukan perjalanan untuk liburan, untuk melepas semua penat dalam pertempuran mengambil tittle S1 mereka. Dan mereka berempat sudah tiba di bandara.
"Siap untuk bersenang-senang?" tukas Ayman
"Siap dong." Jawab yang lainnya kompak dan berjalan menuju pintu keberangkatan dengan terus melempar candaan satu sama lain.
Kebahagiaan yang sekarang mereka rasakan adalah kebahagian akan hidup yang telah mereka jalani dalam beberapa tahun terakhir. Tapi tidak semua kebahagiaan akan abadi, akan ada masa dimana sedih akan kembali datang menghampiri.
Bandar Udara Internasional Changi - Singapura
Pesawat mereka mendarat dengan sempurna di Changi Airport, Singapura. Mereka harus melakukan transit sebelum melanjutkan penerbangan panjang untuk menuju lokasi liburan mereka. Ah, jangan salah paham, mereka tidak liburan di Singapura tetapi mereka akan berlibur di salah satu negara yang termasuk dalam negara adidaya, negara maju di dunia.
"Va aku sama Ayman mau ke coffe shop dulu yaa, mau nitip?
"Oke, aku samain aja sama kamu." Jawab Ava mengalihkan pandangannya dari ponsel yang sedari tadi ia mainkan.
"Jo kamu mau pesan apa?" kali ini Zoya bertanya kepada Jovin yang duduk di sebelah Ava.
"Samain aja sama kalian." Balasnya singkat.
Zoya dan Ayman pun bergegas pergi ke tempat tujuan mereka untuk memesan coffe dan mencari beberapa cemilan untuk menemani waktu tunggu mereka sebelum lanjut long flight.
Jovin sedari tadi hanya diam dan terus memperhatikan Ava yang memang akhir-akhir ini terlihat murung, seperti ada masalah yang mengganggu pikirannya. Ia bingung, sejak saat wisuda sikap Ava mulai aneh, seperti ada yang ditutupi.
Tapi, yang membuat Jovin semakin tidak suka ialah senyum Ava. Bukan, bukan ia tidak menyukainya maksudnya disini itu, ialah senyum kebahagian yang sangat kentara akan kepalsuannya. Itu sangat mengganggu untuknya.
Sebenarnya ia sudah tidak tahan ingin menanyakan ada apa dengan sikap Ava sekarang namun ia lebih memilih untuk diam dulu. Biarkan Ava bahagia dengan menutupi masalahnya dulu, mungkin nanti akan ada waktu yang pas untuk menanyakannya. Ia pun ikutan menyibukkan diri dengan ponselnya mencoba menahan diri untuk tak menghiraukan Ava.
Tak berselang lama, Zoya dan Ayman sudah kembali dengan membawa pesanan mereka. Mereka berdua pun memberikan pesanan Ava dan Jovin ke pemiliknya, setelah itu mereka kembali duduk dan Zoya mencoba membuka obrolan untuk memecah suasana antara Jovin dan Ava yang sedikit tarlihat canggung sekarang.
Yaap, Zoya menyadarinya dan tentu sana ia juga menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan Ava selama beberapa hari ini.
"Ekheemm, gimana rasanya? Aku takut ga sesuai selera kalian." Ujar Zoya berusaha memecah kecanggungan diantara kedua orang di hadapannya.
"Pas kok Zoy." Jawab Ava singkat dan melemparkan senyuman yang menyiratkan senyum kepalsuan. Jovin yang melihat itu pun menggenggam pinggiran tempat duduk dan menghadapkan pandangannya ke Zoya untuk mengangguk membalas pertanyaan sepupunya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just be Quiet
Novela JuvenilLove at first sight?? It sounds a bullshit! Ya emang terdengar omong kosong Tapi itu faktanya Kita berteman 9 tahun sudah dan rasa sialan ini masih ada But..I just kept quiet Kamu tahu kenapa? Cause I prefer to be quiet ____________________________...
