Sudah pukul 2 dini hari, adinda masih mengerjakan tugasnya. Matanya sudah berat, namun tugasnya belum juga selesai.
"Hush... Sholat dulu deh. Biar agak segar," kata adinda sambil langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Setelah selesai sholat, adinda keluar ke kamarnya untuk membawa secangkir kopi hangat.
"Ini semua gara-gara si Rafka! Jadi ribet, kan?" ketus adinda sambil berjalan membawa kopinya ke dalam kamar.
Sementara itu, Rafka sedang video call bersama kekasihnya, Agnia. Rafka tidak tahu malu. Sudah salah, malah asyik-asyik dengan kekasihnya itu.
"Sayang, kenapa belum tidur?" tanya Agnia yang berada di layar ponsel Rafka.
"Tadi aku kebelet ke kamar kecil," jawab Rafka.
"Di rumah kamu ada siapa saja?"
"Ya biasa. Aku, ibu, ayah, kakak sam..."
Ucapan Rafka terhenti saat ia teringat adinda. Ia baru menyadari kalau adinda belum kembali.
Drut... drut... drut...
"Siapa sih? Ganggu!" kata Rafka kesal.
Drut... drut... drut...
"Enggak ada kerjaan banget!" ketus adinda.
Drut... drut...
Adinda langsung menolak panggilan telepon dari Rafka. "Awas ya, satu kali lagi telepon aku labrak!" ancam adinda sambil menatap ponselnya.
Drut... drut... drut...
Adinda menghembuskan napas. "Kamu enggak ada kerjaan banget sih, Kak. Aku k..."
"Din, ini gue Ridho. Lihat chat."
Ternyata, Ridho sudah salah paham. Adinda takut Ridho curiga padanya.
_________________________________________
Ridho, sahabatku.
"Din, tumben on? Belum tidur? Kenapa? Ini sudah subuh. Oh ya, lo kangen gue, jadi lo enggak bisa tidur."
Idih, pede banget!
Orang ganteng selalu percaya diri!
"Oh ya? Buktinya?"
"Buktinya, lo ingat waktu gue pinjemin celana dan pakai sarung seharian. Gue percaya diri dan enggak malu."
Ish, malu. Jangan diingat-ingat!"
_________________________________________
Dulu, Ridho pernah membantu adinda saat ia sedang mens dan darahnya terkena rok. Ridho meminjamkan celananya, dan adinda pun memakai sarung seharian.
Persahabatan mereka dimulai saat mereka sekolah menengah pertama. Saat adinda kelas 7 dan Ridho kelas 8, Ridho selalu berkorban untuk adinda. Ia juga selalu berhasil membuat adinda tersenyum. Belum pernah adinda menangis karena Ridho.
Tok tok tok...
"Dinda, bangun nak. Sudah pagi," ucap Delvia di luar kamar adinda.
"Sayang, bunda nanti kembali. Kamu harus sudah bangun ya, sayang," lanjut Delvia.
Adinda belum juga bangun. Delvia kembali menemui adinda yang masih berada di kamar.
"Dinda nak, kamu masih tidur?" tanya Delvia seraya membuka pintu. Ia melihat anak kesayangannya masih terlelap tidur dengan laptop yang masih berada di sebelahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Tak Pernah Selesai
General Fiction🚫DiLARANG PLAGIAT! 🚫 JIKA ADA KESAMAAN TOKOH. MOHON MAAF BUKAN DI SENGAJA. Adinda dan Ridho. Dua sahabat yang saling mengerti dalam diam, saling menyimpan rasa tanpa pernah benar-benar berani mengucap. Tapi takdir memaksa mereka mengambil jalan b...
