Terlihat Adinda sedang sibuk, membuat kue untuk suami nya. Wanita itu membuat dengan sangat telaten, ia harus membuat kue yang sempurna untuk suami nya. Dan ini juga akan menjadi momen bahagia mereka. Setelah beberapa menit membuat kue, Adinda sudah selesai. Kue yang terlihat cantik dan elegan.
Adinda tersenyum, dan bangga akan hasil nya. Sebelum menunggu Rafka pulang, ia juga bergegas membersihkan diri, ia ingin selalu terlihat cantik saat kepulangan suaminya.
Ting... Nong....
Suara bell berbunyi. Rafka sudah pulang. Adinda langsung berjalan menuju pintu keluar.
Ceklek.
"Assalamualaikum sayang"salam rafka langsung mencium kening adinda.
"Waalaikumsalam mas"balas adinda tersenyum.
"Kamu mandi dulu gih. Dinda udah siapkan air hangat sama pakaian nya."titah adinda.
"Mau di mandiin sama kamu boleh?goda rafka seraya menaik turun kan alis nya.
"Ihh mass jangan mesum deh"ucap adinda dengan wajah yang begitu merah.
"Mesum ke istri sendiri itu wajib hehe"ucap rafka.
"Udah lah mandi. Mandi gih"
"Iya iya bumil"
Selesai melakukan ritual mandi, rafka mengeringkan rambut nya. Ia duduk di pinggir ranjang.
"Sayangg"panggil rafka.
"Sayangg"panggil rafka.
"Selamat ulang tahun suamikuu"adinda datang dengan membawa kue juga kepala yang memakai topi ulang tahun.
Rafka tersenyum.
"Kamu ingat ulang tahun ku. Aku sendiri tidak ingat"
"Makasih sayang"lanjur rafka..
"Maaf mas dinda hanya bisa memberi ini"balas adinda.
Rafka mengusap kepala adinda.
"Walau sederhan. Jika kamu ada di samping ku, aku sangat bahagia"ucap. Rafka.
"Sekarang kamu tiup lilin yang ke 28 tahun"
Rafka menutup matanya.
"Aku berharap kita selalu bersama selamanya, kamu selalu di sisiku. Aku tidak mau merasakan sakit nya kehilangan"ucap rafka dan meniup lilin nya.
"Makasih sayang"rafka langsung memeluk adinda.
"Aku ada hadiah buat kamu"ujar adinda.
"Apa? Tanya rafka melepas pelukan nya.
Adinda memberi hasiil cek kemarin saat ia kedokter. Rafka membuka surat nya. "Anak kita kembar mas"ucap adinda dengan mata yang sudah berkaca kaca. Karena ini adalah karunia yang begitu indah.
"Allahmdullilah"
Rafka mengusap perut besar adinda, dan mencium nya. "Sayang, anak ayah jangan nakal ya, kasian bunda. Kalian juga jangan bertengkar yaa. Harus akur. Nanti kita main bersama sama"
"Iya kan sayang? Tanya rafka kepada adinda.
Rafka langsung berdiri karena melihat adinda malah menangis. "Din. Kamu kenapa?tanya rafka.
"Hiks tidak aku hanya senang.kita bisa memiliki dua anak. Dan aku menjadi teringat saudara kembar ku adito"jawab adinda.
Rafka menghapus air mata adinda.
"Jangan menangis. Aku yakin anak kita akan selamat dan nanti aku mau buat taman bermain untuk anak anak. Aku mau kita sering sering main"
"Oh ya. Setelah anak anak kita lahiran. Aku mau kita repsesi pernikahan kita. Agar semua orang tau kalau kamu itu milikku, kamu akan selalu bersamamu selamanya"jelas rafka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Tak Pernah Selesai
General Fiction🚫DiLARANG PLAGIAT! 🚫 JIKA ADA KESAMAAN TOKOH. MOHON MAAF BUKAN DI SENGAJA. Adinda dan Ridho. Dua sahabat yang saling mengerti dalam diam, saling menyimpan rasa tanpa pernah benar-benar berani mengucap. Tapi takdir memaksa mereka mengambil jalan b...
