Happy Reading
Oxford, Inggris.
Satu Minggu Kemudian...
Pesta pernikahan Kafka dan Elsyira akan di gelar hari ini. Semua tamu undangan akan di cek oleh para bodyguard Kafka, tanpa Undangan tidak akan bisa masuk pelataran Mansionnya. Kafka akan memperketat penjagaan untuk Pesta pernikahan nya kali ini.
"Lea, mari kita panggil pengantinnya" bisik Erina.
Lea mengangguk pelan dan mulai berjalan beriringan bersama Erina untuk menjemput Elsyira. Sesampainya di kamar, Lea membuka pintunya dan terpanah melihat Elsyira memakai Gaun Putih pilihannya, sungguh cantik.
"Kau sangat cantik El" puji Erina.
"Ya ya kau sangat cantik sekali kakak ipar" puji Lea juga.
"Terimakasih Lea, Erin." jawab Elsyira dengan mengembangkan senyumannya.
"Ayo kita ke bawah semuanya sudah menunggu" Sahut Erina.
Elsyira mengangguk pelan. Ini hari bahagianya, ia berharap semuanya berjalan dengan lancar tapi entah kenapa perasaannya sungguh tak enak.
George yang melihat putrinya sudah turun ke bawah kini ia membawanya ke Altar untuk diserahkan ke Kafka ,pria yang sangat mencintai putrinya. Ia berharap putrinya selalu berbahagia bersama pria pilihannya.
"Ku percayakan padamu dan tolong jangan sakiti putriku" Ucap George sambil menyerahkan tangan putrinya ke tangan sang menantu.
"Pasti Dad, aku akan menjaganya" Jawab Kafka yang menerima uluran tangan sang calon istri.
Setelah George turun dari Altar, ia menyaksikan putrinya dan menantunya mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan. Ia mengucap haru saat mereka telah menyelesaikan ucapan janji sucinya.
Kafka mencium bibir Elsyira.
"Terimakasih telah menjadi istriku"
Elsyira tersenyum lalu mengangguk pelan. "Sama sama Kafka"
Di sisi lain mereka tidak tau bahwa ada seorang wanita bernama Vyona ingin mengacaukan acara Kafka dan Elsyira. Vyona sangat mencintai Kafka, ia tidak rela bahwa Kafka menjadi milik orang lain dan kali ini ia akan menghancurkan nya.
"Kau akan mati El" gumam Vyona sambil menyunggingkan senyumannya.
Semua para bodyguard tidak tau bahwa ada penyeludup masuk ke area Gedung dan Vyona akan melangsungkan aksinya. Ia mengarahkan pisaunya ke arah Elsyira yang sedang tersenyum bahagia atas pernikahannya, dan pisau itu sudah melayang ke arahnya.
"Mommy awas" Teriak Mauren yang berlari tergesa-gesa lalu segera mendorong Mommynya dan pada akhirnya pisau itu menancap tepat di dada Mauren.
Kafka, Elsyira dan semua orang mendengar teriakan Mauren yang berlari ke arahnya. Kafka segera melindungi Elsyira akan tetapi sudah di dorong oleh Mauren lebih dulu akhirnya ia dan Elsyira terjatuh.
"Mauren" Teriak Elsyira yang sudah terjatuh dan melihat anaknya bersimbah darah.
Kafka membantu istrinya berdiri dan segera menolong Mauren putrinya. Walaupun Mauren bukan putri kandungnya tapi ia sangat sayang padanya.
"Mauren sayang, bangun nak" Ucap Elsyira dengan menangis memeluk putrinya.
Kafka menyuruh para bodyguard nya untuk mencari wanita yang akan membunuh Elsyira tadi. Ia juga menelfon Ambulance untuk segera membawa Mauren putrinya ke rumah sakit miliknya.
Lea yang sebagai dokter sedang berada di samping keponakannya, ia melihat detak denyut nadinya dan ternyata sudah berhenti. Ia menghembuskan nafasnya dengan pelan.
"Maaf Kak El, putrimu sudah meninggal" Ucapnya Lea sambil menunduk.
Elsyira menggeleng pelan.
"Tidak anakku masih hidup, tolong bangunkan putriku Lea. Tolong"
George ayah dari Elsyira menangis, ia telah kehilangan cucunya. Ia juga mengerahkan seluruh bodyguard nya untuk mencari wanita itu juga. Ia menghampiri putrinya lalu memeluknya.
"Ikhlaskan nak, Mauren sudah tenang di alam sana" Ucap George.
"No Dad, Putriku masih hidup" Teriak Elsyira dan langsung tak sadarkan diri.
Kafka yang melihat istrinya pingsan langsung menggendongnya, sedangkan putrinya digendong oleh ayahnya untuk dibawa ke Rumah sakit.
Miller Hospital
Lea, George, Athala, Erina, Ryan dan juga Alleo sedang menunggu Mauren di autopsi. Sedangkan Kafka menunggu Elsyira bangun dari pingsannya karena shock putrinya tiada.
"Lebih baik kalian pulang dan beristirahat" Ucap Lea.
"Tidak, pemakaman besok pagi. Jadi lebih baik kita kembali ke Mansion saja" Jawab Erina.
"Ya sebaiknya Uncle istirahat dulu dan melihat bagaimana keadaan Elsyira" Sahut Athala.
"Baiklah. Kalian kabari aku jika sudah membawa cucuku pulang" Jawab George sambil menghembuskan nafasnya.
"Ayo Uncle, mari pulang" Ajak Alleo.
Akhirnya Alleo dan George pulang sedangkan yang lain menunggu.
"Kalian pulanglah" Ucap Ryan.
"Putrimu pasti mencarimu" Sahutnya Athala.
Lea melirik Erina lalu mengangguk pelan. Ia mengajak Erina pulang juga dan biarlah dua pria itu menunggu Mauren.
Di Mansion, Elsyira masih tidur terlelap. Setelah tadi bangun dan menangis histeris Kafka memberikan minum untuk istrinya yang disitu ada obat tidurnya. Biarlah istrinya istirahat terlebih dahulu sedangkan Dirinya akan menjemput putrinya yang sedang berada di rumah sakit.
Ke esokan harinya....
Hari ini tepat dimana Mauren Adeline Leeuwen dimakamkan di pemakaman keluarga besar Mahendra. Elsyira begitu terpukul atas kematian putrinya terlebih lagi dari kecil mantan suaminya tak pernah menganggap putrinya apalagi memberikan kasih sayang padanya. Ia sangat kecewa dengan mantan suaminya yang tak datang di pemakaman putrinya.
Wajah Elsyira begitu pucat, ia masih menangis dan diam tak berbicara. Tepat di hari bahagianya ia juga kehilangan putrinya, Tragis bukan ? Ia benar-benar tak bisa menjaga putrinya dengan baik, mengapa putrinya yang mengorbankan dirinya untuknya.
"Cucu Grandpa yang tenang ya disana. Doain Mommy sama Daddy Kafka supaya bahagia selalu" Ucap George yang menitikkan air mata atas kepergian cucunya.
Sedangkan Kafka mengucapkan dalam hati saat pemakaman sudah selesai.
"Maafkan Daddy yang belum bisa membahagiakan mu nak. Tapi Daddy janji akan membuat Mommy bahagia" batin Kafka.
Sedangkan Elsyira, ia juga mengucapkan sesuatu pada putrinya di dalam hati. Ia masih belum bisa berbicara, lidahnya kelu. Ia masih belum percaya akan kematian putrinya.
"Maafkan Mommy sayang, Mommy belum bisa jadi ibu yang baik untuk Mauren. Bahkan Mommy belum bisa menjaga Mauren, maafin Mommy karena dari kecil Mauren belum pernah merasakan pelukan Daddy Davin. Maafkan Daddymu nak, Mommy janji akan bahagia sesuai ucapan Mauren" batin Elsyira.
Tysm. Vote And Comment... 😘
Comment dong sama cerita ini, gimana...? Mau ending kayak gimana nih?
KAMU SEDANG MEMBACA
Affair (COMPLETED)
RomansaPics : pinterest WARNING🔞 CERITA MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN, MATURE CONTENT DAN KATA KATA KASAR. Elsyira Titania Ilacad adalah seorang istri dari Arsitek terkenal di Jepang. Elsyira mempunyai satu anak bersama suaminya itu, tapi setelah melahirka...
