Pics : pinterest
WARNING🔞
CERITA MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN, MATURE CONTENT DAN KATA KATA KASAR.
Elsyira Titania Ilacad adalah seorang istri dari Arsitek terkenal di Jepang. Elsyira mempunyai satu anak bersama suaminya itu, tapi setelah melahirka...
"Mana mungkin aku menyakitinya jika sepertinya aku telah mencintainya"
~Kafka Alberto Mahendra~
Moscow, Rusia.
Seorang Billionaire dengan tatapan tajam dan sikap yang dingin, siapa lagi kalau bukan Kafka Alberto Mahendra. Kafka berdarah Indonesia, Rusia dan Amerika. Kafka Billionaire terkenal di Rusia bahkan di dunia, Kafka sosok yang ramah dengan para investor nya tetapi kalian tidak tau jika Kafka juga sosok yang kejam dalam dunia bisnis.
"Tuan, ini berkas yang harus ditanda tangani" Ucap Ryan.
Kafka menerima berkas itu lalu membacanya sebentar, lalu ia menandatangani nya. Ia tersenyum tipis. "Aku mau memberi sebuah kejutan untukmu, setelah kau melihat ini. Kau akan terkejut"
Kafka menyerahkan dokumen yang diambil dari laci meja kerjanya ke Ryan sekretaris sekaligus sahabatnya. Ryan mengernyit bingung kenapa Kafka memberikan dokumen, apa ini penting ? Pikirnya.
Ryan membuka dokumen itu, ia melihat sati persatu dan itu membuatnya sangat terkejut. Ryan menatap wajah Kafka dengan senyuman yang tak bisa di artikan.
"Aku memberikan itu supaya kau tau bahwa dia menyakiti Elsyi. Dan kau perlu tau Elsyi sekarang ada bersamaku, kau jangan coba-coba mengambilnya dariku"
Ryan menutup dokumen itu lalu menaruhnya di meja, ia mengatakan sesuatu pada Kafka sebelum ia pergi dari ruangan. "Jika dia bersamamu, jagalah dia dan tolong jangan sakiti dia seperti kau menyakitinya". ucap Ryan yang langsung keluar dari ruangan.
Kafka menghela nafas lalu berjalan menuju balkon ruangan kerjanya, ia menatap langit.
"Mana mungkin aku menyakitinya jika sepertinya aku telah mencintainya" Ucap Kafka dalam hatinya.
Disisi lain di Mansion utama Kafka ada seorang yang tidur dalam kamar yang sudah di sediakan untuknya. Ia mengerjapkan matanya lalu menetralkan pandangannya. Yang ia lihat kamar yang sangat mewah dan barang-barang yang tidak sembarangan menurutnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ini aku dimana" Monolog Elsyira yang masih mengedarkan pandangannya ke seluruh isi kamar.
Elsyira mencoba mengingat ingat sesuatu dan ya dirinya ingat.
Tokyo, Japan.
Flashback...
Ia sedang menyirami tanaman di Mansionnya sedangkan putrinya sedang tertidur di kamar dan soal suaminya entah dia kemana, ia tak begitu memperdulikan nya sekarang.
Tiba-tiba ada sebuah Mobil Limousine mewah masuk ke halaman Mansionnya dan itu menghentikan kegiatan menyiramnya. Elsyi menunggu pemilik mobil mewah tersebut keluar, dan tak lama keluarlah sosok pria tampan bersama para bodyguard nya. Elsyi melangkahkan kakinya ke arah pria tersebut.
"Tuan ada apa kesini, apa anda ingin menemui suami saya ?" Tanya Elsyira.
"Maaf Nona saya tidak mengenal suami anda, saya hanya ingin melaksanakan perintah atasan saya untuk membawa nona ke Rusia. " Ucap orang suruhan Kafka.
Elsyira menautkan alisnya, apa ia tak salah dengar ia akan dibawa ke Rusia. Apa apaan ini kenapa harus ke Rusia...? Pikir Elsyira.
"Kenapa saya harus dibawa ke Rusia, apa kesalahan saya ? Apa saya berbuat sesuatu yang salah atau ada apa ini. Siapa atasan anda ?" Tanya Elsyira.
Orang itu hanya menatap Elsyira lalu menyuruh bodyguard nya untuk membawa Elsyira ke Rusia.
"Hey lepasin, kenapa kau membawaku. Aku tidak bisa ikut, putriku akan sendirian disini"
"Lepas, lepaskan aku"
Orang itu menghela nafas dengan kasar lalu melangkahkan kakinya ke arah Elsyira yang sedang memberontak, ia menyuntikkan obat ke tangan Elsyira. Ini hanya obat tidur supaya Elsyira tidak terus menanyakan sesuatu kepadanya ,dirinya pusing.
Orang itu bernama Sal suruhan Aldrich untuk membawa Elsyira dan ia mengatakan sesuatu pada bodyguard nya untuk mengambil putri Elsyira di dalam dan tak lupa nanti mengunci Mansion Elsyira.
"Maafkan aku nona biar Tuan Kafka saja yang menjelaskan semuanya " Ucap Sal.
Flashback off...
"Argh dimana putriku sekarang" Ucap Elsyira yang kesal sendirinya.