Cinta kembali melakukan aktivitas nya di Bandung, yaitu kuliah. Rasanya 2 hari di Jakarta seperti beberapa jam saja, waktu begitu cepat berlalu, dan ia masih ingin disana. Kalau tidak ada tugas, mungkin cinta akan meminta izin untuk tidak masuk beberapa hari.
Cinta berjalan di koridor bersama Dimas, mereka tertawa bersama, seperti tidak bisa dipisahkan. Dari jauh cinta melihat Sasya yang sedang jalan ke arah mereka, mau apa dia? Mau caper lagi?
"Hai..." Sapa Sasya dengan senyuman ramah yang terlihat jelas tidak tulus.
"Sya..." Sapa Dimas balik. Cinta lebih memilih diam, takut takut mulutnya tidak bisa dikontrol.
"Kalian laper gak? Ke kantin bareng yuk!!!"
Dimas melihat Sasya dan cinta bergantian. "Boleh, lagian kita juga belom makan kan ta"
"Hah?"
"Udah ayo...." Sasya langsung menarik tangan cinta untuk menuju kantin.
"Aku yang pesenin ya.... Kalian mau apa?"
"Nasi goreng enak kayaknya"
"Kalo kamu Ta?"
"Mmm samain aja"
Sasya mengangguk dan langsung menuju stand nasi goreng, Sasya tersenyum miring, ide konyol muncul di otaknya. Nanti ia akan memesan nasi goreng yang ekstra pedas untuk cinta, Sasya tertawa, ia jadi tidak sabar melihat ekspresi wajah cinta yang kepedasan.
"Ngapain si neng ketawa ketawa sendiri?" Tanya ibu kantin yang bingung, cantik cantik kok setres.
"Ck! Berisik deh!!! Suka suka gue lah, cepetan bikinin yang pedes ya...."
"Pedes pedes buat siapa si neng? Emang kuat gitu makannya?" Tanya ibu kantin yang penasaran, Sasya meminta sambalnya 10 sendok, itu pasti akan sangat pedas, 5 sendok saja pembelinya sudah tidak kuat.
"Gak usah banyak tanya!!!"
Setelah selesai, Sasya segera membawa pesanannya ke meja yang tadi.
"Silahkan dimakan!!!" Sasya langsung meletakkannya sesuai yang ia inginkan.
Cinta yang memang kebetulan lapar langsung memakan nasi goreng itu, untuk suapan pertama ekspresinya masih biasa, lagi pula ia suka pedas. Namun saat sendok yang ke-3 itu sudah sangat pedas, rasanya mulutnya terbakar. Cinta terbatuk batuk sambil memegangi dadanya.
"Ta? Kepedesan?" Cinta langsung mengangguk, menggerakkan tangannya berusaha untuk meminta minum.
"Minum ya? Bentar bentar gue beli dulu" sialnya mereka belum memesan minum, yatuhann.... Ini sangat nyelekit ditenggorokan.
Cinta melihat ke arah Sasya, disana dengan santainya dia tersenyum, berubah 180° saat ada Dimas tadi. Benar benar ratu drama!!! Pasti dia yang mengerjainya, cinta akan membalasnya nanti, lihat saja.
Dimas lari dengan air mineral ditangannya, ia langsung membukanya dan memberikannya kepada cinta. Sasya langsung bangkit dan membantu cinta untuk minum, namun buru buru cinta menepis tangan itu.
"Masih pedes?" Cinta mengangguk dan langsung meminumnya kembali hingga rasa pedasnya sedikit berkurang.
"Kok bisa pedes si Sya?" Sasya tambah panik, kali ini ekspresinya natural.
"Mmmm.... Aku gak tau dim, mungkin tadi ketuker sama yang mesen sebelum aku. Maaf banget ya ta"
Tidak ada balasan dari cinta, ia masih sibuk untuk menetralkan tenggorokannya.
"Iya udah gak papa, mungkin ibunya yang teledor" Sasya menghembuskan nafasnya, untungnya Dimas percaya dengan ucapannya.
Setelah air mineral yang cinta pegang sudah habis, cinta langsung menarik Dimas untuk meninggalkan Sasya. Sebelum pergi cinta menatap Sasya terang terangan kalau dirinya tidak suka, namun Sasya masih dengan dramanya, ia memasangkan wajah bersalahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTADIMAS
Jugendliteratur[Sequel SAHABAT RASA PACAR] !!! Bisa baca terpisah.... Kalau mau tau lebih detail, baca dulu yang pertama ya~ _______________°°° 👉🏻💘👈🏻 ° ° ° ° || Keduanya menolak perjodohan yang diajukan oleh kedua orang tua mereka, karna mereka yakin kalau jo...
